Sejarah
Keberadaan Pemalang dapat dibuktikan berdasarkan berbagai temuan arkeologis pada masa prasejarah. Temuan itu berupa punden berundak dan pemandian di sebelah Barat Daya Kecamatan Moga. Patung Ganesa yang unik, lingga, kuburan dan batu nisan di desa Keropak. Selain itu bukti arkeologis yang menunjukkan adanya unsur-unsur kebudayaan Islam juga dapat dihubungkan seperti adanya kuburan Syech Maulana Maghribi di Kawedanan Comal. Kemudian adanya kuburan Rohidin, Sayyid Ngali paman dari Sunan Ampel yang juga memiliki misi untuk mengislamkan penduduk setempat.
Eksistensi Pemalang pada abad XVI dapat dihubungkan dengan catatan Rijklof Van Goens dan data di dalam buku W. Fruin Mees yang menyatakan bahwa pada tahun 1575Pemalang merupakan salah satu dari 14 daerah merdeka di Pulau Jawa, yang dipimpin oleh seorang pangeran atau raja. Dalam perkembangan kemudian, Senopati dan Panembahan Sedo Krapyak dari Mataram menaklukan daerah-daerah tersebut, termasuk di dalamnya Pemalang. Sejak saat itu Pemalang menjadi daerah vasal Mataram yang diperintah oleh Pangeran atau Raja Vasal.
Pemalang dan Kendal pada masa sebelum abad XVII merupakan daerah yang lebih penting dibandingkan dengan Tegal, Pekalongan dan Semarang. Karena itu jalan raya yang menghubungkan daerah pantai utara dengan daerah pedalaman Jawa Tengah (Mataram) yang melintasi Pemalang dan Wiradesa dianggap sebagai jalan paling tua yang menghubungkan dua kawasan tersebut.
Populasi penduduk sebagai pemukiman di pedesaan yang telah teratur muncul pada periode abad awal Masehi hingga abad XIV dan XV, dan kemudian berkembang pesat pada abad XVI, yaitu pada masa meningkatnya perkembangan Islam di Jawa di bawah Kerajaan Demak, Cirebon dan kemudian Mataram.
Pada masa itu Pemalang telah berhasil membentuk pemerintahan tradisional pada sekitar tahun 1575. Tokoh yang asal mulanya dari Pajang bernama Pangeran Benawa. Pangeran uu asal mulanya adalah Raja Jipang yang menggantikan ayahnya yang telah mangkat yaitu Sultan Adiwijaya.
Kedudukan raja ini didahului dengan suatu perseturuan sengit antara dirinya dan Aria Pangiri.
Sayang sekali Pangeran Benawa hanya dapat memerintah selama satu tahun. Pangeran Benawa meninggal dunia dan berdasarkan kepercayaan penduduk setempat menyatakan bahwa Pangeran Benawa meninggal di Pemalang, dan dimakamkan di Desa Penggarit (sekarang Taman Makam Pahlawan Penggarit).
Pemalang menjadi kesatuan wilayah administratif yang mantap sejak R. Mangoneng, Pangonen atau Mangunoneng menjadi penguasa wilayah Pemalang yang berpusat di sekitar Dukuh Oneng, Desa Bojongbata pada sekitar tahun 1622. Pada masa ini Pemalang merupakan apanage dari Pangeran Purbaya dari Mataram. Menurut beberapa sumber R Mangoneng merupakan tokoh pimpinan daerah yang ikut mendukung kebijakan Sultan Agung. Seorang tokoh yang sangat anti VOC. Dengan demikian Mangoneng dapat dipandang sebagai seorang pemimpin, prajurit, pejuang dan pahlawan bangsa dalam melawan penjajahan Belanda pada abad XVII yaitu perjuangan melawan Belanda di bawah panji-panji Sultan Agung dari Mataram.
Pada sekitar tahun 1652, Sunan Amangkurat II mengangkat Ingabehi Subajaya menjadi Bupati Pemalang setelah Amangkurat II memantapkan tahta pemerintahan di Mataram setelah pemberontakan Trunajaya dapat dipadamkan dengan bantuan VOC pada tahun 1678.
Menurut catatan Belanda pada tahun 1820 Pemalang kemudian diperintah oleh Bupati yang bernama Mas Tumenggung Suralaya. Pada masa ini Pemalang telah berhubungan erat dengan tokoh Kanjeng Swargi atau Kanjeng Pontang. Seorang Bupati yang terlibat dalam perang Diponegoro. Kanjeng Swargi ini juga dikenal sebagai Gusti Sepuh, dan ketika perang berlangsung dia berhasil melarikan diri dari kejaran Belanda ke daerah Sigeseng atau Kendaldoyong. Makam dari Gusti Sepuh ini dapat diidentifikasikan sebagai makam kanjeng Swargi atau Reksodiningrat. Dalam masa-masa pemerintahan antara tahun 1823-1825 yaitu pada masa Bupati Reksadiningrat. Catatan Belanda menyebutkan bahwa yang gigih membantu pihak Belanda dalam perang Diponegoro di wilayah Pantai Utara Jawa hanyalah Bupati-bupati Tegal, Kendal dan Batang tanpa menyebut Bupati Pemalang.
Sementara itu pada bagian lain dari Buku P.J.F. Louw yang berjudul De Java Oorlog van 1825 -1830 dilaporkan bahwa Residen Van den Poet mengorganisasi beberapa barisan yang baik dari Tegal, Pemalang dan Brebes untuk mempertahankan diri dari pasukan Diponegoro pada bulan September 1825 sampai akhir Januari 1826. Keterlibatan Pemalang dalam membantu Belanda ini dapat dikaitkan dengan adanya keterangan Belanda yang menyatakan Adipati Reksodiningrat hanya dicatat secara resmi sebagai Bupati Pemalang sampai tahun 1825. Dan besar kemungkinan peristiwa pengerahan orang Pemalang itu terjadi setelah Adipati Reksodiningrat bergabung dengan pasukan Diponegoro yang berakibat Belanda menghentikan Bupati Reksodiningrat.
Pada tahun 1832 Bupati Pemalang yang Mbahurekso adalah Raden Tumenggung Sumo Negoro. Pada waktu itu kemakmuran melimpah ruah akibat berhasilnya pertanian di daerah Pemalang. Seperti diketahui Pemalang merupakan penghasil padi, kopi, tembakau dan kacang. Dalam laporan yang terbit pada awal abad XX disebutkan bahwa Pemalang merupakan afdeling dan Kabupaten dari karisidenan Pekalongan. Afdeling Pemalang dibagi dua yaitu Pemalang dan Randudongkal. Dan Kabupaten Pemalang terbagi dalam 5 distrik. Jadi dengan demikian Pemalang merupakan nama kabupaten, distrik dan Onder Distrik dari Karisidenan Pekalongan, Propinsi Jawa Tengah. (Bersambung…)

Jeritan ruh-ku

Posted: 25 September 2008 in islam, Religi
Tag:,

Aku Dimakamkan Hari Ini

Perlahan, tubuhku ditutupi tanah,
perlahan, semua pergi meninggalkanku,
masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka,
aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
sendiri, menunggu keputusan…
Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir, tak juga tinggal,
Apatah lagi sekedar tangan kanan, kawan dekat, rekan bisnis, atau orang-orang lain,
Aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.
Istriku menangis, sangat pedih, aku pun demikian,
Anakku menangis, tak kalah sedih, dan aku juga,
Tangan kananku menghibur mereka,
kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,
tetapi aku tetap sendiri,
disini, menunggu perhitungan…
Menyesal sudah tak mungkin,
Tobat tak lagi dianggap,
dan ma’af pun tak bakal didengar,
aku benar-benar harus sendiri…
Tuhanku, (entah dari mana kekuatan itu datang, setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya),
jika Kau beri aku satu lagi kesempatan,
jika Kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu,
beberapa hari saja…
Aku akan berkeliling, memohon ma’af pada mereka,
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku,
yang selama ini telah aku sakiti hatinya
yang selama ini telah aku bohongi
Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,
yang kukumpulkan dengan wajah gembira,
yang kukuras dari sumber yang tak jelas,
yang kumakan, bahkan yang kutelan.
Aku harus tuntaskan janji-janji palsu yg sering ku umbar dulu.
Dan Tuhan,
beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta,
teringat kata-kata kasar dan keras yang menyakitkan hati mereka,
maafkan aku ayah dan ibu,
mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu…
beri juga aku waktu,
untuk berkumpul dengan istri dan anakku,
untuk sungguh-sungguh beramal soleh,
Aku sungguh ingin bersujud dihadapan-Mu,
bersama mereka…
begitu sesal diri ini,
karena hari-hari telah berlalu tanpa makna penuh kesia-siaan,
kesenangan yang pernah kuraih dulu,
tak ada artinya sama sekali…
mengapa ku sia-siakan saja,
waktu hidup yang hanya sekali itu,
andai ku bisa putar ulang waktu itu…
Aku dimakamkan hari ini,
dan semua menjadi tak terma’afkan,
dan semua menjadi terlambat,
dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan…

( Riza P.N )
Milis Feui82
Dikirim oleh: Gatot http://www.ilma95.net/artikel ilma95.net

Habib Lutfi: Jangan Lupakan
Sejarah
Jumat, 25 Maret 2011 14:28
Jepara, NU Online
Rais Am Idaroh Aliyah Jamiyyah
Ahlith Thoriqoh al-Mutabaroh
an-Nahdliyyah Habib Lutfi,
meminta umat Islam tidak
melupakan sejarah.
Menurutnya, kisah perjuangan
siapapun yang telah mengabdi
dan memperjuangkan umat
harus terus dipelajari dan
diteladani.
Habib asal Pekalongan itu
menyatakan hal tersebut
dalam Peringatan Maulid Nabi
dan Haul Syekh Abu Bakar
Pulau Panjang serta para kiai
dan Habaib se-Jepara di Alun-
alun Jepara, Jawa Tengah,
Rabu malam (23/3).
Menurutnya, pembacaan
Maulid Nabi yang
menceritakan kisah kehidupan
Nabi Muhammad SAW tidak
hanya terbatas pada bulan
Maulud (Rabiul Awal) saja.
Melainkan setiap waktu agar
umat Islam terutama generasi
mudanya dapat mengetahui
dan mengidolakannya.
“Mengingat dan melestarikan
kisah perjuangan tokoh tidak
hanya Rasulullah, tapi juga
kehidupan orang tua, kakek,
nenek juga perlu diketahui
oleh anak cucu. Demikian pula
dengan para pejuang dan
auliya yang berada di suatu
daerah,” tuturnya.
Habib Lutfi mengungkapkan
Rasulullah juga membacakan
Maulid para Nabi yang
terdahulu kepada sahabat
seperti yang dikisahkan dalam
Al-Quran.
”itulah kenapa umat Islam
sampai sekarang ini dapat
mempelajari kisah Nabi mulai
Adam hingga Isa as,” jelasnya.
Selain mengingat tokoh
agama, Habib Lutfi
mengingatkan agar bangsa
Indonesia juga mempelajari
sejarah perjuangan para
pahlawan bangsa.
“Anak cucu kita harus tahu
bahwa bangsa ini merdeka
pada 17 Agustus 1945
merupakan hasil perjuangan
bukan hadiah dari bangsa
lain,” tambahnya. (qim)
——————————————————————————-

Qasidah Guru Mulia Al Habib Umar Al Hafidz
Mulia Al Habib Umar Al Hafidz BSA

Shollu alaa nuri Ahmad nuri manaazil yaa Muhammad Yaa man khuliiq min nuwri robbi yaa man sumiiiyyy qobla yuulad

Bershalawatlah pada cahaya Nabi Muhammad Saw Cahaya bimbingan yang menerangi rumah dan wilayah,yaa Muhammad Saw yang kurindukan.Wahai yang tercipta dari cahaya Tuhan- ku,wahai yang dinamai Allah Swt jauh sebelum kelahirannya (sebelum penciptaan Adam As)

Laylatan shofa fii Madinati thoba fihil wadaad.

Malam suci luhur di Madinah semakin semerbak dengan ketenangan rahasia kelembutan cinta.

Jiwaru khairaal waraal mukhtar khairal ibaad.

Di samping semulia-mulia makhluk yang terpilih dan semulia-mulia hamba Man zaara khairal waraal naalal muna wal muraad.

Barang siapa yang berziarah kepada semulia-mulia makhluq maka akan tercapai cita-cita dan keinginan.

Yaa lailatassa’di hibti min nasaa’i maasu’aad.

Wahai malam bahagia,kau melintas dari kesejukan- kesejukan anugerah kebahagiaan. Nasiimun fiiha a’thoya maa lahaa min nafaad.

Kesejukan ketenangan yang menyimpan anugerah- anugerah pemberian yang tiada berakhir.

Fii hadrotil musthofa thibbil badani wal fu’aad.

Di hadirat Nabi Saw membaiklah dan termuliakanlah tubuh dan sanubari.

Qad jaada mawlal karami Robbiyl karomil jawwaad.

Sungguh Allah Maha mulia Dermawan telah melimpahkan kemurahan-Nya , Tuhan-ku Yang Maha Mulia dan Maha Pemurah.

Wawaajihatinaa ma’ahu fii kulli khaafii wabaad.

Dan arah tujuan kehidupan kita selalu bersamaNya dalam kesendirian dan keramaian.

Taumma ‘asraru haalikulli waadin wanaad.

Maka menyeluruhlah rahasia rahasia keluhuran doa di segala lembah dan pegunungan.

Hayyah fadzaa yaa jamaah maa warada fiimtidaad.

Marilah wahai jamaah untuk selalu menjaga apa yang telah mengalir dari anugerah dan uluran tawaran kelembutan.

Dzii wardaatil hisaanil jiyaad.

Pemilik mengalirnya anugerah anugerah makna keluhuran yang membuka limpahan kedermawanan.

Fa’alsin ahlal hudaa alaa madaa fiittahaad

Maka lidah lidah pembawa petunjuk selalu sepanjang masa dalam persatuan dan kesatuan cita cita.

Tajdaadu akhbaaru Maadinaa watusbihu jidaad.

Terus benahi kabar kabar terdahulu kita,dan menyampaikannya hingga menjadi kabar yang berkelanjutan (tidak terputus).

Watantarussinna jawaahiru humbiwashfil wadaad.

Dan tersebarlah dari ucapan ucapan mereka bagai mutiara mutiara dengan sifat sifat cinta dan kasih sayang.

Alhamdulillahi Rabbil arsy akrama wajaad.

Limpahan puji kehadirat Allah pemilik arsy Yang Maha Dermawan dan Pemurah.

Ra’aayatal musthofa qad bayyadhat lissawaad.

Bimbingan dan asuhan Rasul saw telah memutihkan semua yang gelap.

Yaa man hadhara indanaa naqqil bashara wal fu’aad.

Wahai yang hadir disisi kami sucikanlah pandangan dan sanubari.

Maahaama hawluttijarati qaththa yaa daakasaad

Tiada merugi mereka yang terlibat kemuliaan ini sama sekali,wahai yang memiliki usaha.

Tijaratul’irsii mawrutah an abaa’i jiyaad.

Perdagangan yang selalu terwariskan (kemuliaan dakwah mendapatkan pahala seakan-akan berdagang) yang diwariskan dari sanad ayah ayah dan guru guru yang luhur.

Sanadunlana qad’ala maa bayna khairal ibaad.

Sanad kami telah ternagkat luhur bersambung dan bersambung terkuat kepada semulia mulia makhluq. Yaa wasi’al fadhli haqqaq lii jami’al muraad. Wahai Yang Maha luas anugerahNya,pastikan untukku segala keinginan mulia.

Wa’ashlihil haalafiiddunyaa wa yauwmattanaad.

Perbaikilah keadaan kami di dunia dan di hari kebangkitan. Lanaa waman hadhara ma’anaa wa ahlil wadaad.

Bagi kami yang hadir bersama kami dan orang orang yang mencintai kami.

Wajma’ lanaasysyamla bi ahmada khair daa’i wahaad.

Dan permudahlah terkumpulnya untuk kami perbuatan sunnah mengikuti Nabi Saw semulia mulia penyeru dan pengajak dengan kelembutan.

Wa balaghal kulla minluqyaahu maa qad ‘araad.

Dan sampaikanlah segalanya dengan suapan beliau Saw apa apa yang telah kami dambakan.

Shalli ‘alaiyhi wasallim ya aliyya ya jawwaad.

Semoga sholawat serta salam bagi beliau wahai yang Maha luhur dan wahai yang Maha bermurah hati.

Wa ‘alihi ma’adini li’asraarhihum ahlussiwaad.

Dan bagi keluarga beliau yang menjadi tambang tambangbagi rahasia rahasia beliau Saw dan merekalah kelompok ulama yang terbanyak dan bersatu.

Khushush bidh’ahtihi ummi ahlilhuda warrasyadaad.

Khususnya belahan tubuh beliau Saw (putri beliau Saw:Sayyidah Fatimah Azzahrah Ra) Ibunda bagi semua yang mendapat hidayah dan bimbingan keluhuran Allah Swt.

Washohbih ni’mal kiraamil ‘arifiinal jayyaad.
Dan atas sahabat sahabat beliau Saw,semulia mulia orang yang luhur dan mereka adalah ahli makrifat yang sangat dermawan (mendoakan para pecinta mereka).

sumber: http://www.riyaadhuljannah.com

TAHLIL DAN KENDURI – Tradisi
Santri dan Kiayi : Sedikit
Penjelasan Beberapa Istilah Dalam
Kegiatan Tahlil (Tahlilan)
1. Dzikir
Dzikir atau berdzikir –lengkapnya,
dzikirullah- berarti menyebut atau
mengingat Allah. Dalam kaitannya
dengan Tahlil, dzikir berarti
membaca atau mengucapkan
kalimat-kalimat suci untuk
mendapatkan pahala. Misalnya
membaca kalimat thayyibah
(kalimat tahlil), takbir, tasbih,
tahmi, hawqalah, basmalah,
istighfar, shalawat, membaca al-
Qur’an dan lain sebagainya. Dari
hal ini, kegiatan tahlil juga
merupakan majelis dzikir atau
halaqah dzikir.
Ketika mengucapkan dzikir-dzikir
tersebut, hendaknya disertai
dengan hati yang khusus serta
senantiasa terhubung kepada
Allah Subhana wa Ta’alaa.
2. Tahlil
Tahlil, berasal dari kata “Hallala –
Yuhallilu – Tahlilan”, yang berarti
mengucapkan kalimat Laa Ilaaha
Illaa Allah. Menurut pengertian
yang dipahami sehari-hari , tahlil
artikan sebagai“membaca
serangkaian surah-surah al-
Qur’an, ayah-ayat pilihan, dan
kalimat-kalimat dzikir pilihan,
yang diawali dengan membaca
surah al-Fatihah dengan
meniatkna pahalanya untuk
arwah yang dimaksudkan oleh si
pembaca atau oleh si empunya
hajat, kemudian ditutup dengan
do’a.
Inti do’a dalam kegiatan tahlil
adalah memohon kepada Allah
agar pahala bacaan al-Qur’an
dan dzikir-dzikir pilihan lainnya
disampaikan kepada arwah yang
dimaksudkan pada khususnya
dan kaum Muslimin pada
umumnya, serta memohon
pengampunan kepada Allah
untuk arwah-arwah mereka.
Mengapa amalan tersebut
dinamakan tahlil (kegiatan
tahlilan), pahadahal yang dibaca
tidak hanya kalimat tahlil semata.
Setidaknya dalam hal ini ada
beberapa jawaban : Pertama,
acara tersebut dinamakan tahlil
karena kalimat tahlil lebih banyak
dibaca didalamnya. Penamaan
seperti inis sebagaimana
penamaan shalat sunnah tasbih,
sebab bacaan tasbih dalam shalat
tersebut dibaca dengan jumlah
yang banyak (300 kali), sesuai
dengan tuntunan Rasulullah.
Kedua, kalimat tahlil merupakan
kalimat dzikir yang paling utama,
sehingga layaklah jika acara
tersebut dinamakan dengan
nama tersebut. Disamping itu,
dzikir tidak hanya sebatas tahlil
semata namun juga meliputi
bacaan-bacaan lainnya, sehingga
penyebutan tahlil sebagaimana
kaidah :
ﺫﻛﺮ ﺍﻟﺠﺰ ﺇﺭﺍﺩﺓ ﺍﻟﻜﻞ
“menyebut sebagian tetapi
yang dimaksud adalah
semuanya”.
Istilah inilah yang juga
menunjukkan bahwa tahlil tidak
hanya sebatas membaca kalimat
“Laa Ilaaha Illaa Allah” akan
tetapi juga bersamaan dengan
dzikir-dzikir lain. Nabi shallallahu
‘alayhi wa sallam :
ﺃﻓﻀﻞ ﺍﻟﺬﻛﺮ ﺍﻟﺘﻬﻠﻴﻞ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ،
ﻭﺃﻓﻀﻞ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ
“Dzikir yang paling utama
adalah tahlil yakni Laa Ilaaha Illaa
Allah, dan do’a yang paling
utama adalah al-Hamdulillah”
ﺃﻓﻀﻞ ﻣﺎ ﻗﻠﺖ ﺃﻧﺎ ﻭﺍﻟﻨﺒﻴﻮﻥ ﻣﻦ ﻗﺒﻠﻰ:ﻻ
ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ
“Hal yang paling utama yang
aku dan nabi sebelumku baca
adalah Laa Ilaaha Illaa Allah”
3. Selamatan
Acara tahlil dengan mengundang
tetangga dan dengan
mengeluarkan shadaqah baik
berupa makanan ataupun yang
lainnya , juga sering disebut
dengan acara“Selamatan”.
Mengapa demikian ?. Pertama,
karena maksud dari tahlil
tersebut adalah memohon
keselamatan bagi arwah yang
dituju oleh si empunya hajat
(shahibul hajah). Kedua, karena
didalam do’a yang biasa dibaca
untuk mengakhiri tahlilan
terdapat kalimat“salamatan fid
diin”. Dari kata-kata ini kemudian,
sebagian orang menyebut acara
tersebut dengan istilah
“selamatan”. Akan tetapi perlu di
tandaskan bahwa acara
selamatan belum tentu di isi
dengan membaca tahlil. Sebab
kadang-kadang dalam acara
tersebut hanya membaca do’a
saja sebab mungkin maksud
shahibul hajah adalah syukuran,
aqiqah atau yang lainnya. Jadi,
shahibul hajah memohon
keselamatan lahir bathin, baik
untuk dirinya sendiri, anak istrinya
atau usahanya. Dan sekalipun
tanpa membaca tahlil, namun
do’a keselamatan juga dibaca.
Oleh karena itu, istilah selamatan
tidak hanya digunakan untuk
kegiatan tahlilan, tapi juga
syukuran dan lain sebagainya.
Ada juga yang memunculkan
istilah“selamatan kematian”, yang
intinya juga sama yakni
merahmati orang mati dengan
bacaan-bacaan do’a dan dzikir-
dzikir lainnya.
4. Kenduri
Acara tahlilan juga sering disebut
dengan kenduri. Istilah kenduri ini
memang begitu asing namun
kebanyakan ditujukan untuk
kegiatan berkumpul. Sedangkan
didalam bahasa Indoneisa,
kenduri merupakan kata benda
yang berarti pertemuan untuk
selamatan serta jamuan makan.
Yang mana dalam hal ini, tahlil
pun dilakukan secara berkumpul
atau bersama-sama, kadang
terdapat jamuan makan atau
hanya sekedarnya saja yang
dimaksudkan sebagai wujud
untuk memulyakan tamu atau
shadaqah untuk mayyit.
Bersamaan dengan ini, muncul
juga istilah lainnya yang
sebenarnya dimaksudkan untuk
kegiatan yang sama dan tujuan
yang sama sebagaimana yang
banyak beredar dimedia internet,
seperti“kenduri arwah”, “kenduri
tahlil”, “kenduri kematian”,
“majelis kenduri arwah” dan lains
sebagainya.
5. Berkat
Pada umumnya orang yang
menyelenggarakan tahlilan
menyediakan makanan yang
diberikan untuk para tamu yang
di undang dan dimintai bantuan
untuk membaca tahlil dengan
niat sebagai shadaqah. Dalam
rangkaian tahlilan, pahala
shadaqah makanan itu biasanya
juga diniatkan untuk arwah yang
di tuju. Oleh karena itu, acara
tahlilan yang khusus untuk
mengirim do’a semaca itu sering
dinamakan shadaqah.
Shadaqah makanan tersebut
biasanya dibagikan setelah selesai
do’a dalam tahlil, baik yang
dimakan di tempat atau yang
dibawa pulang. Dengan
perkataan lain, shadaqah
makanan tersebut diberikan
setelah“diberkahi” dengan do’a
dan bacaan-bacaan lainnya.
Makanan yang sudah“diberkahi”
tersebut kemudian disebut
“berkat”. Berkat sendiri
sebenarnya di adopsi dari kata
arab,“barakah”, bentuk jama’nya
adalah “barakaat” yang berarti
kebaikan yang bertambah-
tambah terus. Penamaan tersebut
didasarkan dengan hadits Nabi
shallallahu‘alayhi wa sallam :
ﺍﺟﺘﻤﻌﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﻃﻌﺎﻣﻜﻢ،ﻭﺍﺫﻛﺮﻭﺍ ﺍﺳﻢ ﺍﻟﻠﻪ
ﻋﻠﻴﻪ ﻳﺒﺎﺭﻙ ﻟﻜﻢ ﻓﻴﻪ
“berkumpullah kalian pada
jamuan makan diantara kalian,
dan sebutlah oleh kalian asma
Allah makanan tersebut, niscaya
Allah memberikan keberkahan
bagi kalian semua pada makanan
tersebut”. [HR. Abu Daud & Ibnu
Majah, hadits hasan]
Juga sabda Nabi shallallahu
‘alayhi wa sallam :
ﻗﺎﻝ:ﺃﺛﻴﺒﻮﺍ ﺃﺧﺎﻛﻢ.ﻗﺎﻟﻮﺍ:ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ،
ﻓﺄﻱ ﺷﻲﺀ ﻧﺜﻴﺒﻪ؟ ﻗﺎﻝ” :ﺍﺩﻋﻮﺍ ﻟﻪ ﺑﺎﻟﺒﺮﻛﺔ
ﻓﺈﻥ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺇﺫﺍ ﺃﻛﻞ ﻃﻌﺎﻣﻪ،ﻭﺷﺮﺏ ﺷﺮﺍﺑﻪ،
ﺛﻢ ﺩﻋﻲ ﻟﻪ ﺑﺎﻟﺒﺮﻛﺔ ﻓﺬﻟﻚ ﺛﻮﺍﺑﻪ ﻣﻨﻬﻢ
“Rasulullah bersabda :
“balaslah oleh kalian (kebaikan)
saudara kalian”, para sahabat
berkata : “wahai Rasulullah :
“dengan sesuatu apakah untuk
membalasnya ?”, Rasulullah
menjawab : “berdo’alah kalian
untuknya dengan keberkatan,
sebab sesungguhnya seseorang
ketika makananya dimakan dan
minumannya di minum, kemudian
dido’akan untuknya dengan
keberkahan, maka itu merupakan
balasan untuknya dari kalian”.
[HR. al-Baihaqi & Abu Daud]
Hadits ini mengisyaratkan agar
apabila kita memakan atau
minum dari apa yang diberikan
oleh orang lain supaya
mendo’akan agar Allah
memberikan dengan keberkahan.
Selain diperintahkan untuk
memberikan makanan untuk faqir
miskin, juga dianjurkan agar
makanan kita dimakan oleh
orang yang bertakwa baik dengan
jalan diantarkan maupun dengan
mengundang mereka makan
bersama-sama. Nabi shallallau
‘alayhi wa sallam bersabda :
ﺃﻃﻌﻤﻮﺍ ﻃﻌﺎﻣﻜﻢ ﺍﻟﺄﺗﻘﻴﺎﺀ،ﻭﺃﻭﻟﻮﺍ
ﻣﻌﺮﻭﻓﻜﻢ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ
“berikanlah makananmu
kepada orang-orang yang
bertakwa, dan berbuat baiklah
kepada orang-orang yang
beriman”. [HR. Ahmad & Ibnu
Hibban]
Disarikan dari buku “TAHLIL
DAN KEDURI ; Tradisi Santri dan
Kiayi”, dengan beberapa
penambahan.
TAHUKAH ANTUM ? Ternyata
Yang Melakukan Tahlilan Lebih
Melimpah Mengamalkan Sunnah
Dan Memperoleh Fadlilah
Selama ini mungkin telah
bertebaran persepsi yang terbalik,
serampangan juga salah , dari
segelintir kalangan pembenci
tahlilan yakni bahwa kaum
Muslimin yang melakukan tahlilan
adalah pelaku bid’ah sesat dan
mematikan sunnah Nabi
shallallahu‘alayhi wa sallam.
Seakan-akan yang melakukan
tahlilan telah meninggalkan
sunnah Nabi shallallahu‘alayhi
wa sallam. Sesungguhnya
tudingan semacam ini benar-
benar keliru. Sebab kalau
dicermati secara seksama dan
terperinci, maka sesungguhnya
pengamal tahlilan lah yang lebih
banyak dan giat melakukan
sunnah dan memotivasi kaum
Muslimin untuk melakukan
sunnah. Masyarakat digiring
untuk melakukan sunnah Nabi
shallallahu‘alayhi wa sallam
bersama-sama sehingga tercipta
sikap kepedulian hingga
persatuan kaum Muslimin.
Misalnya ketika mengadakan
kegiatan tahlilan yang telah
menjadi kebiasaan di masyarakat
Muslim maka sesungguhnya
mereka telah membiasakan diri
dengan sunnah-sunnah sebagai
berikut :
1. Masyarakat berkumpul dalam
sebuah majelis dzikir, perhatikan
bukankah ini memang sunnah
Nabi shallallahu‘alayhi wa
sallam ?. Banyak hadits yang
masyhur tentang hal ini,
misalnya :
ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ
ﻗﺎﻝ:ﺇﺫﺍ ﻣﺮﺭﺗﻢ ﺑﺮﻳﺎﺽ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻓﺎﺭﺗﻌﻮﺍ ﻗﺎﻟﻮﺍ:
ﻭﻣﺎ ﺭﻳﺎﺽ ﺍﻟﺠﻨﺔ؟ ﻗﺎﻝ:ﺣﻠﻖ ﺍﻟﺬﻛﺮ
“Sesungguhnya Nabi
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa
sallam pernah bersabda : apabila
kalian berjalan ke taman surga
maka bergabunglah kalian”, para
sahabat bertanya : “apa itu taman
surga (riyadlul jannah) ?”, Nabi
menjawab : “perkumpulan dzikir”.
[1]
ﻟﺎ ﻳﻘﻌﺪ ﻗﻮﻡ ﻳﺬﻛﺮﻭﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﺇﻟﺎ
ﺣﻔﺘﻬﻢ ﺍﻟﻤﻠﺎﺋﻜﺔ،ﻭﻏﺸﻴﺘﻬﻢ ﺍﻟﺮﺣﻤﺔ،ﻭﻧﺰﻟﺖ
ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺍﻟﺴﻜﻴﻨﺔ،ﻭﺫﻛﺮﻫﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻴﻤﻦ ﻋﻨﺪﻩ
“Tidaklah sekelompok orang
berkumpul dan berdzikir kepada
Allah kecuali mereka dikelilingi
oleh para Malaikat, diliputi
rahmat, diturunkan kepada
mereka ketenangan, dan Allah
sebut mereka di kalangan para
Malaikat yang mulia”. [2]
ﻣﺎ ﻣﻦ ﻗﻮﻡ ﺍﺟﺘﻤﻌﻮﺍ ﻳﺬﻛﺮﻭﻥ ﺍﻟﻠﻪ،ﻟﺎ
ﻳﺮﻳﺪﻭﻥ ﺑﺬﻟﻚ ﺇﻟﺎ ﻭﺟﻬﻪ،ﺇﻟﺎ ﻧﺎﺩﺍﻫﻢ ﻣﻨﺎﺩ
ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ:ﺃﻥ ﻗﻮﻣﻮﺍ ﻣﻐﻔﻮﺭﺍ ﻟﻜﻢ،ﻗﺪ
ﺑﺪﻟﺖ ﺳﻴﺌﺎﺗﻜﻢ ﺣﺴﻨﺎﺕ
“tidaklah sebuah qaum
berkumpul berdzikir kepada
Allah, karena mereka tiada
menginginkan dengan hal itu
kecuali keridlaan Allah, maka
malaikat akan menyeru dari
langit, bahwa berdirilah kalian
dengan pengampunan bagi
kalian, sungguh keburukan kalian
telah digantikan dengan
kebaikan”. [3]
Allah Subhanahu wa Ta’alaa
berfirman ;
ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﺬﻛﺮﻭﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﻴﺎﻣﺎ ﻭﻗﻌﻮﺩﺍ ﻭﻋﻠﻰ
ﺟﻨﻮﺑﻬﻢ
“(yaitu) orang-orang yang
berdzikir kepada Allah sambil
berdiri atau duduk atau dalam
keadaan berbaring” (QS. Ali
Imran : 3)
Ayat ini berkorelasi dengan hadits
sebelumnya,[4] yakni juga
bermakna majelis dzikir. Itu
karena frasa“yadzkuruuna atau
mereka berdzikir” adalah dengan
lafadz jama’. Artinya berdzikir
bersama-sama.
2. Membaca al-Qur’an
Membaca al-Qur’an merupakan
amaliyah yang bisa di baca kapan
saja juga termasuk daripada
dzikir, dan ini lah yang juga
dibiasakan dibaca ketika tahlilan.
Masyarakat digiring untuk
bersama-sama membaca al-
Qur’an, lebih itu masyarakat juga
di ajarkan kepedualian terhadap
yang meninggal dengan
menghadiahkan pahalanya
kepada orang mati. Hal ini,
disamping di tuntut keikhlasan
dari yang membaca, juga bagi
yang mengajaknya terdapat
pahala tersendiri, sebab tiada
yang sia-sia ketika mengajak
kepada kebaikan.
Surah-surah yang dibaca adalah
surah-surah yang memang
mudah untuk dibaca oleh
masyarakat awam sekalipun
sehingga tidak memberatkan atau
memudahkan mereka. Misalnya
membaca beberapa ayat pada
surah al-Baqarah, al-Ikhlas, an-
Nas, al-Falaq, Yasiin, dan lain
sebagainya. Semua ayat-ayat ini
mudah dibaca, sedangkan Allah
berfirman :
ﻓﺎﻗﺮﺅﺍ ﻣﺎ ﺗﻴﺴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ
“maka bacalah oleh kalian
apa yang mudah dari al-
Qur’an” (QS. Al-Muzammil : 20)
Disamping itu banyak fadlilah
membaca al-Qur’an, diantaranya
sebagaiman yang Nabi shallallahu
‘alayhi wa sallam sabdakan :
ﺍﻗﺮﺀﻭﺍ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﺄﺗﻲ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ
ﺷﻔﻴﻌﺎ ﻟﺄﺻﺤﺎﺑﻪ،ﺍﻗﺮﺀﻭﺍ ﺍﻟﺰﻫﺮﺍﻭﻳﻦ ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ،
ﻭﺳﻮﺭﺓ ﺁﻝ ﻋﻤﺮﺍﻥ،ﻓﺈﻧﻬﻤﺎ ﺗﺄﺗﻴﺎﻥ ﻳﻮﻡ
ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻛﺄﻧﻬﻤﺎ ﻏﻤﺎﻣﺘﺎﻥ،ﺃﻭ ﻛﺄﻧﻬﻤﺎ ﻏﻴﺎﻳﺘﺎﻥ،
ﺃﻭ ﻛﺄﻧﻬﻤﺎ ﻓﺮﻗﺎﻥ ﻣﻦ ﻃﻴﺮ ﺻﻮﺍﻑ،ﺗﺤﺎﺟﺎﻥ
ﻋﻦ ﺃﺻﺤﺎﺑﻬﻤﺎ،ﺍﻗﺮﺀﻭﺍ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ،ﻓﺈﻥ
ﺃﺧﺬﻫﺎ ﺑﺮﻛﺔ،ﻭﺗﺮﻛﻬﺎ ﺣﺴﺮﺓ،ﻭﻟﺎ ﺗﺴﺘﻄﻴﻌﻬﺎ
ﺍﻟﺒﻄﻠﺔ
“bacalah oleh kalian al-
Qur’an, karena ia akan datang
pada hari kiamat kepada
pembaca-pembacanya. Bacalah
oleh kalian Az-Zahrawayn yakni
Surah al-Baqarah dan surah Ali
Imran, karena sungguh keduanya
akan datang pada hari Qiamat
laksana dua gumpalan awan atau
laksana dua cahaya yang
menyinari atau laknna dua
kelompok burung yang (saling)
membentangnya sayapnya
dimana akan menjadi pembela
bagi pembaca keduanya, bacalah
surah al-Baqarah karena
mengambilnya merupakan
keberkahan, dan
meninggalkannya mendapat
penyesalan, sedangkan para
tukang sihir tidak akan mempan
dengannya”. [5]
Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam
juga bersabda :
ﻣﺜﻞ ﺍﻟﻤﺆﻣﻦ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻘﺮﺃ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﻳﻌﻤﻞ
ﺑﻪ:ﻛﺎﻷﺗﺮﺟﺔ،ﻃﻌﻤﻬﺎ ﻃﻴﺐ ﻭﺭﻳﺤﻬﺎ ﻃﻴﺐ،
ﻭﺍﻟﻤﺆﻣﻦ ﺍﻟﺬﻱ ﻻ ﻳﻘﺮﺃ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ،ﻭﻳﻌﻤﻞ ﺑﻪ:
ﻛﺎﻟﺘﻤﺮﺓ ﻃﻌﻤﻬﺎ ﻃﻴﺐ ﻭﻻ ﺭﻳﺢ ﻟﻬﺎ،ﻭﻣﺜﻞ
ﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻖ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻘﺮﺃ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ:ﻛﺎﻟﺮﻳﺤﺎﻧﺔ ﺭﻳﺤﻬﺎ
ﻃﻴﺐ ﻭﻃﻌﻤﻬﺎ ﻣﺮ،ﻭﻣﺜﻞ ﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻖ ﺍﻟﺬﻱ ﻻ
ﻳﻘﺮﺃ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ:ﻛﺎﻟﺤﻨﻈﻠﺔ،ﻃﻌﻤﻬﺎ ﻣﺮ-ﺃﻭ
ﺧﺒﻴﺚ-ﻭﺭﻳﺤﻬﺎ ﻣﺮ
“perumpamaan orang yang
membaca al-Qur’an dan
mengamalkan al-Qur’an, seperti
buah Utrujah, rasa dan baunya
enak. Orang mukmin yang tidak
membaca al-Qur’an dan
mengamalkannya adalah
bagaikan buah kurma, rasanya
enak namun tidak beraroma.
Orang munafik yang membaca al-
Qur’an adalah bagaikan
royhanah, baunya menyenangkan
namun rasanya pahit. Dan orang
munafik yang tidak membaca al-
Qur’an bagaikan hanzholah, rasa
dan baunya pahit dan tidak
enak”.[6]
Juga sabda Nabi shallallahu
‘alayhi wa sallam :
ﻳﻘﺎﻝ ﻟﺼﺎﺣﺐ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﺇﺫﺍ ﺩﺧﻞ ﺍﻟﺠﻨﺔ
ﺍﻗﺮﺃ ﻭﺍﺻﻌﺪ،ﻓﻴﻘﺮﺃ ﻭﻳﺼﻌﺪ ﺑﻜﻞ ﺁﻳﺔ ﺩﺭﺟﺔ
ﺣﺘﻰ ﻳﻘﺮﺃ ﺁﺧﺮ ﺷﻲﺀ ﻣﻌﻪ
“kelak akan dikatakan kepada
shahibul Qur’an (pembaca al-
Qur’an) ketika memasuki surga,
bacalah kemudian naiklah
(derajat), maka kemudian ia
membacanya dan naiklah
derajatnya dengan tiap-tiap ayat
hingga sampai ayat terakhir yang
ia baca” [7]
Selain banyaknya fadlilah
berdasarkan keumuman sabda
Nabi shallallahu‘alayhi wa sallam
diatas, juga masing-masing surah
dalam al-Qur’an memiliki fadliyah
tertentu, seperti surah al-Fatihah
yang juga dibaca pada kegiatan
tahlilan, dimana diantara
fadlilahnya adalah :
ﻗﻠﺖ ﻟﻪ» :ﺃﻟﻢ ﺗﻘﻞ ﻟﺄﻋﻠﻤﻨﻚ ﺳﻮﺭﺓ ﻫﻲ
ﺃﻋﻈﻢ ﺳﻮﺭﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ،ﻗﺎﻝ:ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ
ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ﻫﻲ ﺍﻟﺴﺒﻊ ﺍﻟﻤﺜﺎﻧﻲ،ﻭﺍﻟﻘﺮﺁﻥ
ﺍﻟﻌﻈﻴﻢ ﺍﻟﺬﻱ ﺃﻭﺗﻴﺘﻪ
“Aku (Abu Sa’ad al-Mu’alla)
bertanya (kembali) kepada
Rasulullah :“bukankah tadi
engkau berkata : aku akan
mengajarkan kamu surah yang
paling agung didalam al-Qur’an ?,
Rasulullah bersabda : “al-
Hamdulillahi Rabbil ‘alamiin (al-
Fatihah), ia adalah As-Sab’u al-
Matsani dan al-Qur’an yang
agung yang telah diberikan”. [8]
Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam
juga bersabda :
ﻗﺎﻝ” :ﺃﻟﺎ ﺃﺧﺒﺮﻙ ﻳﺎ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺟﺎﺑﺮ
ﺑﺨﻴﺮ ﺳﻮﺭﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ؟”ﻗﻠﺖ:ﺑﻠﻰ ﻳﺎ
ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ.ﻗﺎﻝ” :ﺍﻗﺮﺃ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ
ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ﺣﺘﻰ ﺗﺨﺘﻤﻬﺎ
“Maukah engkau aku
khabarkan wahai Abdullah bin
Jabir tentang surah yang paling
bagus didalam al-Qur’an ?, aku
(Jabir) berkata : “Iya wahai
Rasulullah”, kemudian Rasulullah
bersada : “bacalah al-
Hamdulillahi rabbil ‘alamii hingga
selesai (al-Fatihah)”. [9]
Kemudian juga sabda Nabi
shallallahu‘alayhi wa sallam yang
juga terkait dengan surah al-
Baqarah :
ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ،ﻗﺎﻝ:ﺑﻴﻨﻤﺎ ﺟﺒﺮﻳﻞ ﻗﺎﻋﺪ
ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ،ﺳﻤﻊ
ﻧﻘﻴﻀﺎ ﻣﻦ ﻓﻮﻗﻪ،ﻓﺮﻓﻊ ﺭﺃﺳﻪ،ﻓﻘﺎﻝ” :ﻫﺬﺍ
ﺑﺎﺏ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﻓﺘﺢ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﻟﻢ ﻳﻔﺘﺢ ﻗﻂ ﺇﻟﺎ
ﺍﻟﻴﻮﻡ،ﻓﻨﺰﻝ ﻣﻨﻪ ﻣﻠﻚ،ﻓﻘﺎﻝ:ﻫﺬﺍ ﻣﻠﻚ ﻧﺰﻝ
ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺄﺭﺽ ﻟﻢ ﻳﻨﺰﻝ ﻗﻂ ﺇﻟﺎ ﺍﻟﻴﻮﻡ،ﻓﺴﻠﻢ،
ﻭﻗﺎﻝ:ﺃﺑﺸﺮ ﺑﻨﻮﺭﻳﻦ ﺃﻭﺗﻴﺘﻬﻤﺎ ﻟﻢ ﻳﺆﺗﻬﻤﺎ ﻧﺒﻲ
ﻗﺒﻠﻚ:ﻓﺎﺗﺤﺔ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ،ﻭﺧﻮﺍﺗﻴﻢ ﺳﻮﺭﺓ
ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ،ﻟﻦ ﺗﻘﺮﺃ ﺑﺤﺮﻑ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﺇﻟﺎ ﺃﻋﻄﻴﺘﻪ
“dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata :
“ketika Jibril duduk di samping
Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam,
mendengar suara dari atasnya,
seraya mengangkat kepalanya,
kemudian berkata :“pintu ini
berasal dari langit yang dibuka
pada hari ini yang belum pernah
di buka kecuali hari ini,
kemudian seorang malaikat
turun dari pintu itu, dan berkata
Jibaril :“malaikat ini turun ke
bumi yang tidak pernah turun
kecuali hari ini, maka
mengucapkan salam dan
berkata :“bergemberilah dengan
dua cahaya yang diberikan
kepadamu yang tidak pernah
diberikan kepada Nabi sebelum
engkau, yakni Fatihatul Kitab (al-
Fatihah) dan ayat-ayat penutup
surah al-Baqarah, tidaklah
engkau membaca satu huruf dari
kedua surah tersebut kecuali
engkau akan diberi karunia” . [10]
Sebagaimana diketahui bahwa
akhir surah al-Baqarah adalah
ayat-ayat yang dibaca ketika
tahlilan. Disamping itu juga Nabi
shallallahu‘alayhi wa sallam
bersabda bahwa setan
meninggalkan rumah yang
dibacakan surah al-Baqarah :
ﻟﺎ ﺗﺠﻌﻠﻮﺍ ﺑﻴﻮﺗﻜﻢ ﻣﻘﺎﺑﺮ،ﺇﻥ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ
ﻳﻨﻔﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﺍﻟﺬﻱ ﺗﻘﺮﺃ ﻓﻴﻪ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ
“janganlah jadikan rumah
kalian sebagai kuburan, karena
sesungguhnya syaithan
meninggalkan rumah yang
dibacakan didalam surah al-
Baqarah” [11]
ﻟﺎ ﺗﺠﻌﻠﻮﺍ ﺑﻴﻮﺗﻜﻢ ﻣﻘﺎﺑﺮ،ﻭﺇﻥ ﺍﻟﺒﻴﺖ
ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻘﺮﺃ ﻓﻴﻪ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ،ﻟﺎ ﻳﺪﺧﻠﻪ
ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ
“sesungguhnya rumah yang
dibacakan didalam surah al-
Baqarah, niscaya tidak akan
dimasuki oleh syaithan” [12]
Ayat Kursiy juga merupakan ayat
al-Qur’an yang dibaca ketika
tahlilan :
ﻗﺎﻝ:ﻳﺎ ﺃﺑﺎ ﺍﻟﻤﻨﺬﺭ ﺃﺗﺪﺭﻱ ﺃﻱ ﺁﻳﺔ ﻣﻦ
ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻌﻚ ﺃﻋﻈﻢ؟ ﻗﺎﻝ:ﻗﻠﺖ:ﺍﻟﻠﻪ ﻟﺎ
ﺇﻟﻪ ﺇﻟﺎ ﻫﻮ ﺍﻟﺤﻲ ﺍﻟﻘﻴﻮﻡ.ﻗﺎﻝ:ﻓﻀﺮﺏ ﻓﻲ
ﺻﺪﺭﻱ،ﻭﻗﺎﻝ» :ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻟﻴﻬﻨﻚ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺃﺑﺎ
ﺍﻟﻤﻨﺬﺭ
“Rasulullah shallallahu ‘alayhi
wa sallam bersabda : “wahai Abul
Mundzir, tahukah engkau sebuah
ayat dari Kitabullah (al-Qur’an)
yang paling agung ?, Abul Munzir
berkata :“aku berkata : Allahu
Laa Ilaaha Illaa Huwal Hayyum
Qayyum (al-Baqarah : 255)”,
kemudian Rasulullah menepuk
pundakku”, dan beliau bersabda :
“semoga Allah mempermudahkan
ilmu bagimu wahai Abul
Mundzir”. [13]
Didalam Tahlilan juga ada surah
al-Ikhlas, al-Falaq, an-Nas :
ﻗﺎﻟﻮﺍ:ﻭﻛﻴﻒ ﻳﻘﺮﺃ ﺛﻠﺚ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ؟ ﻗﺎﻝ:
ﻗﻞ ﻫﻮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﺣﺪ ﺗﻌﺪﻝ ﺛﻠﺚ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ
“Nabi shallallahu ‘alayhi wa
sallam bersabda : tidakkah salah
satu dari kalian mampu membaca
pada malam hari seperti tiga al-
Qur’an ? sahabat berkata :
bagaimana membaca sepertiga al-
Qur’an ? Rasulullah menjawab :
“Qul Huwallahu Ahad (al-Ikhlas)
setara dengan sepertiga al-
Qur’an.” [14]
ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ،ﻗﺎﻝ:ﺃﻗﺒﻠﺖ ﻣﻊ
ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﺴﻤﻊ
ﺭﺟﻠﺎ ﻳﻘﺮﺃ:ﻗﻞ ﻫﻮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﺣﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺼﻤﺪ
ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ:
ﻭﺟﺒﺖ.ﻗﻠﺖ:ﻣﺎ ﻭﺟﺒﺖ؟ ﻗﺎﻝ:ﺍﻟﺠﻨﺔ
“Dari Abub Hurairah, ia
berkata : aku datang bersama
Rasulullah shallallahu‘alayhi wa
sallam, kemudian mendengar
seorang laki-laki membaca Qul
Huwallahu Ahad (surah al-Ikhlas),
maka Rasulullah shallallahu
‘alayhi wa sallam bersabda :
“wajib”, aku berkata ; “wajib
apa ?”, Rasulullah bersabda :
“Surga”. [15]
ﻋﻦ ﻋﻘﺒﺔ ﺑﻦ ﻋﺎﻣﺮ ﺍﻟﺠﻬﻨﻲ ﻗﺎﻝ:ﺑﻴﻨﺎ ﺃﻧﺎ
ﺃﻗﻮﺩ ﺑﺮﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ
ﺭﺍﺣﻠﺘﻪ ﻓﻲ ﻏﺰﻭﺓ ﺇﺫ ﻗﺎﻝ» :ﻳﺎ ﻋﻘﺒﺔ،ﻗﻞ
ﻓﺎﺳﺘﻤﻌﺖ«،ﺛﻢ ﻗﺎﻝ» :ﻳﺎ ﻋﻘﺒﺔ،ﻗﻞ
ﻓﺎﺳﺘﻤﻌﺖ«،ﻓﻘﺎﻟﻬﺎ ﺍﻟﺜﺎﻟﺜﺔ،ﻓﻘﻠﺖ:ﻣﺎ
ﺃﻗﻮﻝ؟،ﻓﻘﺎﻝ» :ﻗﻞ ﻫﻮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﺣﺪ«ﻓﻘﺮﺃ
ﺍﻟﺴﻮﺭﺓ ﺣﺘﻰ ﺧﺘﻤﻬﺎ،ﺛﻢ ﻗﺮﺃ» :ﻗﻞ ﺃﻋﻮﺫ
ﺑﺮﺏ ﺍﻟﻔﻠﻖ«ﻭﻗﺮﺃﺕ ﻣﻌﻪ ﺣﺘﻰ ﺧﺘﻤﻬﺎ،ﺛﻢ
ﻗﺮﺃ»ﻗﻞ ﺃﻋﻮﺫ ﺑﺮﺏ ﺍﻟﻨﺎﺱ«ﻓﻘﺮﺃﺕ ﻣﻌﻪ
ﺣﺘﻰ ﺧﺘﻤﻬﺎ،ﺛﻢ ﻗﺎﻝ» :ﻣﺎ ﺗﻌﻮﺫ ﺑﻤﺜﻠﻬﻦ
ﺃﺣﺪ»
“dari Uqbah bin Amir al-
Juhani, ia berkata : ketika aku
menuntun kendaraan Rasulullah
Shallallahu ‘alayhi wa sallam
dalam sebuah peperangan, tiba-
tiba beliau berkata: “Wahai
Uqbah, ucapkanlah,” aku pun
mendengarkan, kemudian beliau
berkata (lagi): “Wahai Uqbah,
ucapkanlah,” aku pun
mendengarkan. Dan beliau
mengatakannya sampai tiga kali,
lalu aku bertanya: “Apa yang aku
ucapkan ?” Beliau pun bersabda :
“ucapkanlah Qul Huwallahu
Ahad (al-Ikhlas), kemudian
membacanya sampai akhir ,
kemudian membaca Qul A’udu
bi-Rabill Falaq (al-Falaq), ,
kemudian membacanya sampai
akhir, kemudian membacanya
Qul A’udzu bi-Rabbin Nass (an-
Nas), kemudian aku membacanya
sampai selesai, kemudian beliau
bersabda :“tidak ada seorang
pun yang berlindung seumpama
orang yang berlindung
dengannya”. [16]
Dan masih banyak lagi bacaan-
bacaan yang terkait al-Qur’an
yakni surah al-Qur’an ataupun
ayat al-Qur’an yang ada pada
tahlilan dimana masing-masing
memiliki keutamaan tersendiri.
Tentunya tidak mungkin
disebutkan dalam tulisan singkat
ini.
3. Membaca Shalawat
Membaca shalawat sangat
dianjurkan, apalagi pada sebuah
majelis dzikir seperti tahlilan, dan
banyaknya fadliyah yang
terkandung didalamnya, seperti
misalnya sabda Nabi shallallahu
‘alayhi wa sallam :
ﻣﻦ ﺻﻠﻰ ﻋﻠﻲ ﺻﻠﺎﺓ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ
ﻋﻠﻴﻪ ﻋﺸﺮ ﺻﻠﻮﺍﺕ،ﻭﺣﻄﺖ ﻋﻨﻪ ﻋﺸﺮ
ﺧﻄﻴﺌﺎﺕ،ﻭﺭﻓﻌﺖ ﻟﻪ ﻋﺸﺮ ﺩﺭﺟﺎﺕ
“barangsiapa yang bershalawat
kepadaku satu kali niscaya Allah
bershalawat kepadanya 10 kali,
digugurkan sepuluh kesalahan-
kesalahannya, dan di angkat
sebanyak 10 derajat baginya” [17]
ﻣﺎ ﺟﻠﺲ ﻗﻮﻡ ﻣﺠﻠﺴﺎ ﺛﻢ ﺗﻔﺮﻗﻮﺍ ﻋﻦ ﻏﻴﺮ
ﺻﻠﺎﺓ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺇﻟﺎ
ﺗﻔﺮﻗﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﺘﻦ ﻣﻦ ﺭﻳﺢ ﺍﻟﺠﻴﻔﺔ
“tidaklah duduk sebuah qaum
kemudian mereka perpisah tanpa
bershalawat kepada Nabi
shallallahu‘alayhi wa sallam
kecuali mereka berpisah
membawa yang lebih buruk dari
bangkai” [18]
ﺃﻭﻟﻰ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺑﻲ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﺃﻛﺜﺮﻫﻢ
ﻋﻠﻲ ﺻﻼﺓ
Nabi bersabda : “manusia yang
paling utama pada hari qiyamat
adalah yang paling banyak
bershalawat kepadaku”. [19]
ﻻ ﺗﺠﻌﻠﻮﺍ ﻗﺒﺮﻱ ﻋﻴﺪﺍ ﻭﺻﻠﻮﺍ ﻋﻠﻲ،ﻓﺈﻥ
ﺻﻼﺗﻜﻢ ﺗﺒﻠﻐﻨﻲ ﺣﻴﺚ ﻛﻨﺘﻢ
“janganlah kalian jadikan
kuburku sebagai ‘ied dan
bershalawatlah kepadaku, sebab
sungguh shalawat kalian sampai
kepadaku seketika kalian
berada” . [20]
3. Membaca Do’a.
Membaca doa sangat dianjurkan,
apalagi berdo’a kebaikan untuk
saudaranya baik yang masih
hidup atau yang sudah
meninggal. Ditambah lagi
dilakukan secara bersama-sama
maka itu lebih dekat di ijabah.
Allah Subhanahu wa Ta’alaa
berfirman :
ﻭﻗﺎﻝ ﺭﺑﻜﻢ ﺍﺩﻋﻮﻧﻲ ﺃﺳﺘﺠﺐ ﻟﻜﻢ
“Dan Tuhanmu berfirman:
“Berdo’alah kepada-Ku, niscaya
akan Kuperkenankan
bagimu.” (QS. Ak-Mu’miin : 60)
ﻭﺍﻟﺬﻳﻦ ﺟﺎﺅﻭﺍ ﻣﻦ ﺑﻌﺪﻫﻢ ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ ﺭﺑﻨﺎ
ﺍﻏﻔﺮ ﻟﻨﺎ ﻭﻟﺈﺧﻮﺍﻧﻨﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺳﺒﻘﻮﻧﺎ ﺑﺎﻟﺈﻳﻤﺎﻥ
ﻭﻟﺎ ﺗﺠﻌﻞ ﻓﻲ ﻗﻠﻮﺑﻨﺎ ﻏﻠﺎ ﻟﻠﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﺭﺑﻨﺎ
ﺇﻧﻚ ﺭﺅﻭﻑ ﺭﺣﻴﻢ
“Dan orang-orang yang
datang sesudah mereka
(Muhajirin dan Anshor), mereka
berdoa: “Ya Rabb kami, beri
ampunlah kami dan saudara-
saudara kami yang telah beriman
lebih dulu dari kami, dan
janganlah Engkau membiarkan
kedengkian dalam hati kami
terhadap orang-orang yang
beriman; Ya Rabb kami,
Sesungguhnya Engkau Maha
Penyantun lagi Maha
Penyayang.” (QS. Al-Hasyr : 10)
ﻓﺎﻋﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻟﺎ ﺇﻟﻪ ﺇﻟﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﻟﺬﻧﺒﻚ
ﻭﻟﻠﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻭﺍﻟﻤﺆﻣﻨﺎﺕ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻳﻌﻠﻢ ﻣﺘﻘﻠﺒﻜﻢ
ﻭﻣﺜﻮﺍﻛﻢ
“Maka ketahuilah, bahwa
sesungguhnya tidak ada Ilah
(sesembahan, tuhan) selain Allah
dan mohonlah ampunan bagi
dosamu dan bagi (dosa) orang-
orang mu’min, laki-laki dan
perempuan. Dan Allah
mengetahui tempat kamu
berusaha dan tempat kamu
tinggal” (QS. Muhammad : 19)
ﺭﺑﻨﺎ ﺍﻏﻔﺮ ﻟﻲ ﻭﻟﻮﺍﻟﺪﻱ ﻭﻟﻠﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻳﻮﻡ
ﻳﻘﻮﻡ ﺍﻟﺤﺴﺎﺏ
“Ya Tuhan kami, beri
ampunlah aku dan kedua ibu
bapaku dan sekalian orang-orang
mu’min pada hari terjadinya hisab
(hari kiamat)”. (QS. Ibrahim : 41)
Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam
bersabda :
ﻣﺎ ﻣﻦ ﻋﺒﺪ ﻣﺴﻠﻢ ﻳﺪﻋﻮ ﻟﺄﺧﻴﻪ ﺑﻈﻬﺮ
ﺍﻟﻐﻴﺐ،ﺇﻟﺎ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻤﻠﻚ:ﻭﻟﻚ ﺑﻤﺜﻞ
“Tidak ada seorang muslim
pun yang mendoakan kebaikan
bagi saudaranya (sesama muslim)
tanpa sepengetahuannya,
melainkan malaikat akan berkata,
“Dan bagimu juga kebaikan yang
sama.” [21]
ﺩﻋﻮﺓ ﺍﻟﻤﺮﺀ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ ﻟﺄﺧﻴﻪ ﺑﻈﻬﺮ ﺍﻟﻐﻴﺐ
ﻣﺴﺘﺠﺎﺑﺔ،ﻋﻨﺪ ﺭﺃﺳﻪ ﻣﻠﻚ ﻣﻮﻛﻞ ﻛﻠﻤﺎ ﺩﻋﺎ
ﻟﺄﺧﻴﻪ ﺑﺨﻴﺮ،ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺍﻟﻤﻮﻛﻞ ﺑﻪ:ﺁﻣﻴﻦ
ﻭﻟﻚ ﺑﻤﺜﻞ
“Doa seorang muslim untuk
saudaranya (sesama muslim)
tanpa diketahui olehnya adalah
doa mustajabah. Di atas
kepalanya (orang yang berdoa)
ada malaikat yang telah diutus.
Sehingga setiap kali dia
mendoakan kebaikan untuk
saudaranya, maka malaikat yang
diutus tersebut akan
mengucapkan,“Amin dan kamu
juga akan mendapatkan seperti
itu” [22]
ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺑﻜﺮ ﺍﻟﺼﺪﻳﻖ،ﻗﺎﻝ:ﺇﻥ ﺩﻋﻮﺓ
ﺍﻟﺄﺥ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﺴﺘﺠﺎﺏ
“dari Abu Bakar Ash-Shiddiq,
ia berkata : sungguh mendo’akan
saudaranya karena Allah adalah
mustajab” [23]
4. Membaca Dzikir –Dzikir yang
lain.
Dzikir-dzikir lainnya semisal
tasybih, tahmid, tahlil, takbir, dan
lain sebagainya. Telah banyak
tersebar mengenai faidah-
faidanya. Inilah juga yang
dibiasakan didalam tahlilan, maka
betapa banyak faidah yang
didapat oleh mereka yang
senantiasa membacanya apalagi
dilakukan bersama-sama. Nabi
shallallahu‘alayhi wa sallam
bersabda :
ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ،ﻗﺎﻝ” :
ﻣﻦ ﻗﺎﻝ:ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻌﻈﻴﻢ ﻭﺑﺤﻤﺪﻩ،
ﻏﺮﺳﺖ ﻟﻪ ﻧﺨﻠﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﻨﺔ
“barangsiapa yang
mengucapkan : “Subhanallahil
‘Adhim wa Bihamdih” ditanamkan
baginya sebatang pohon kurma di
surga”. [24]
ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ:ﺃﻥ
ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ” :
ﻣﻦ ﻗﺎﻝ:ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺤﻤﺪﻩ،ﻓﻲ ﻳﻮﻡ
ﻣﺎﺋﺔ ﻣﺮﺓ،ﺣﻄﺖ ﺧﻄﺎﻳﺎﻩ،ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﻣﺜﻞ
ﺯﺑﺪ ﺍﻟﺒﺤﺮ
“barangsiapa yang
mengucapkan “Subhanallah wa
bi-Hamdih” didalam sehari
sebanyak seratus kali, niscaya
dihapuas seratus kali kesalahan
walaupun laksana buih di lautan”.
[25]
ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ” :
ﻛﻠﻤﺘﺎﻥ ﺧﻔﻴﻔﺘﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﺴﺎﻥ،ﺛﻘﻴﻠﺘﺎﻥ ﻓﻲ
ﺍﻟﻤﻴﺰﺍﻥ،ﺣﺒﻴﺒﺘﺎﻥ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ:ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ
ﺍﻟﻌﻈﻴﻢ،ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺤﻤﺪﻩ
“dari Nabi shallallahu ‘alayhi
wa sallam, beliau bersabda : “dua
kalian yang ringan di lisan
(diucapkan), keduanya berat di
timbangan dihadapan Yang Maha
Penyayang, yakni Subhanallahil
‘Adhim, Subhanallahi wa bi-
Hamdihi”. [26]
ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ:
»ﻛﻠﻤﺘﺎﻥ ﺧﻔﻴﻔﺘﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﺴﺎﻥ،ﺛﻘﻴﻠﺘﺎﻥ ﻓﻲ
ﺍﻟﻤﻴﺰﺍﻥ،ﺣﺒﻴﺒﺘﺎﻥ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ،ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ
ﻭﺑﺤﻤﺪﻩ،ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻌﻈﻴﻢ
“Rasulullah shallallahu ‘alayhi
wa sallam bersabda : “dua kalian
yang ringan di lisan (diucapkan),
keduanya berat di timbangan
serta dicintai oleh Yang Maha
Penyayang, yakni Subhanallahi wa
bi-Hamdihi, Subhanallaahil
‘Adhim”. [27]
ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ،ﻗﺎﻝ:ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ
ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ» :ﻟﺄﻥ ﺃﻗﻮﻝ ﺳﺒﺤﺎﻥ
ﺍﻟﻠﻪ،ﻭﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ،ﻭﻟﺎ ﺇﻟﻪ ﺇﻟﺎ ﺍﻟﻠﻪ،ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ،
ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻲ ﻣﻤﺎ ﻃﻠﻌﺖ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺸﻤﺲ
“Rasulullah shallallahu ‘alayhi
wa sallam bersabda : sungguh jika
aku mengucapkan Subhanallah
wal Hamdulillah wa Laa Ilaaha
Illalla wa Allahu Akbar, lebih
disukai bagiku daripada disinari
oleh terbitnya mentari”. [28]
ﻣﻦ ﻗﺎﻝ:ﻟﺎ ﺇﻟﻪ ﺇﻟﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺪﻩ ﻟﺎ ﺷﺮﻳﻚ
ﻟﻪ،ﻟﻪ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﻭﻟﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻭﻫﻮ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺷﻲﺀ
ﻗﺪﻳﺮ،ﻋﺸﺮ ﻣﺮﺍﺭ ﻛﺎﻥ ﻛﻤﻦ ﺃﻋﺘﻖ ﺃﺭﺑﻌﺔ
ﺃﻧﻔﺲ ﻣﻦ ﻭﻟﺪ ﺇﺳﻤﺎﻋﻴﻞ
“barangsiapa yang
mengucapkan : “laa ilaaha
ilallaahu wahdahu laa syarika
lahu, lahul mulku walahul hamdu
wa huwa‘alaa kullli syay-in
qadiir”, sebanyak sepuluh kali
maka ia seperti orang yang
memerdekakan budak empat jiwa
seperti keturunan Nabi
Ismail” [29]
ﻗﺎﻝ ﻳﺎ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻗﻴﺲ:ﺃﻟﺎ ﺃﺩﻟﻚ ﻋﻠﻰ
ﻛﻨﺰ ﻣﻦ ﻛﻨﻮﺯ ﺍﻟﺠﻨﺔ،ﻓﻘﻠﺖ:ﺑﻠﻰ،ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ
ﺍﻟﻠﻪ ﻗﺎﻝ” :ﻗﻞ:ﻟﺎ ﺣﻮﻝ ﻭﻟﺎ ﻗﻮﺓ ﺇﻟﺎ ﺑﺎﻟﻠﻪ
“Rasulullah shallallahu ‘alayhi
wa sallam bersabda, wahai
Abdullah bin Qays, mau engkau
ku tunjukkan pembendaharaan
surga ?, maka aku (Ibnu Qays)
berkata : iya wahai Rasulullah”,
kemudian Rasulullah berkata :
“katakanlah, “Laa Hawla wa Laa
Quwwata Ilaa Billaah”. [30]
ﻋﻦ ﺳﻌﻴﺪ ﺑﻦ ﺍﻟﻤﺴﻴﺐ؛ ﺃﻧﻪ ﺳﻤﻌﻪ
ﻳﻘﻮﻝ،ﻓﻲ ﺍﻟﺒﺎﻗﻴﺎﺕ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﺎﺕ:ﺃﻧﻬﺎ ﻗﻮﻝ
ﺍﻟﻌﺒﺪ:ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ.ﻭﺳﺒﺤﺎﻧﺎﻟﻠﻪ.ﻭﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ.
ﻭﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ.ﻭﻻ ﺣﻮﻝ ﻭﻻ ﻗﻮﺓ ﺇﻻ ﺑﺎﻟﻠﻪ .
“kalimat-kalimat yang bagus
yakni ucapan seorang hamba :
“Subhanallah, al-Hamdulillah, laa
ilaaha illaa Allah, laa hawla wa
laa quwwata ilaa billah”. [31]
ﻋﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ
ﻗﺎﻝ» :ﺍﺳﺘﻜﺜﺮﻭﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﺒﺎﻗﻴﺎﺕ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﺎﺕ«
ﻗﻴﻞ:ﻭﻣﺎ ﻫﻲ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ؟ ﻗﺎﻝ:
»ﺍﻟﻤﻠﺔ«،ﻗﻴﻞ:ﻭﻣﺎ ﻫﻲ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ؟
ﻗﺎﻝ» :ﺍﻟﻤﻠﺔ«،ﻗﻴﻞ:ﻭﻣﺎ ﻫﻲ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ
ﺍﻟﻠﻪ؟ ﻗﺎﻝ:ﺍﻟﺘﻜﺒﻴﺮ،ﻭﺍﻟﺘﻬﻠﻴﻞ،ﻭﺍﻟﺘﺴﺒﻴﺢ،
ﻭﺍﻟﺘﺤﻤﻴﺪ،ﻭﻟﺎ ﺣﻮﻝ ﻭﻟﺎ ﻗﻮﺓ ﺇﻟﺎ ﺑﺎﻟﻠﻪ
“Rasulullah shallallahu ‘alayhi
wa sallam bersabda :
perbanyaklah kalian dengan
kalimat-kalimat yang baik,
dikatakan“apa itu wahai
Rasulullah ?, beliau menjawab
“al-Millah”, dikatakan lagi “apa
itu wahai Rasulullah ?”, beliau
menjawab : “al-Millah”, dikatakan
lagi : “apa itu wahai Rasulullah ?”,
beliau menjawab : “Takbir, Tahlil,
Tasbih, Tahmid, dan Laa Hawlaa
wa laa Qawwata ilaa billaah”. [32]
ﻋﻦ ﺳﻤﺮﺓ ﺑﻦ ﺟﻨﺪﺏ،ﻗﺎﻝ:ﻗﺎﻝ
ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ” :ﺃﺣﺐ
ﺍﻟﻜﻠﺎﻡ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﺭﺑﻊ:ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ،ﻭﺍﻟﺤﻤﺪ
ﻟﻠﻪ،ﻭﻟﺎ ﺇﻟﻪ ﺇﻟﺎ ﺍﻟﻠﻪ،ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ.ﻟﺎ ﻳﻀﺮﻙ
ﺑﺄﻳﻬﻦ ﺑﺪﺃﺕ
“perkataan yang paling dicintai
oleh Allah adalah empat yakni
“Subhanallah wal Hamdulillah wa
Laa Ilaaha Illallaahu wa Allahu
Akbar”, tidak masalah bagimu
memulai dari yang mana saja”.
[33]
ﻋﻦ ﻣﺼﻌﺐ ﺑﻦ ﺳﻌﺪ،ﻋﻦ ﺃﺑﻴﻪ،ﻗﺎﻝ:
ﺟﺎﺀ ﺃﻋﺮﺍﺑﻲ ﺇﻟﻰ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ
ﻭﺳﻠﻢ،ﻓﻘﺎﻝ:ﻋﻠﻤﻨﻲ ﻛﻠﺎﻣﺎ ﺃﻗﻮﻟﻪ،ﻗﺎﻝ” :
ﻗﻞ:ﻟﺎ ﺇﻟﻪ ﺇﻟﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺪﻩ ﻟﺎ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ،ﺍﻟﻠﻪ
ﺃﻛﺒﺮ ﻛﺒﻴﺮﺍ،ﻭﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﻛﺜﻴﺮﺍ،ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ
ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ،ﻟﺎ ﺣﻮﻝ ﻭﻟﺎ ﻗﻮﺓ ﺇﻟﺎ ﺑﺎﻟﻠﻪ
ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ﺍﻟﺤﻜﻴﻢ”ﻗﺎﻝ:ﻓﻬﺆﻟﺎﺀ ﻟﺮﺑﻲ،ﻓﻤﺎ
ﻟﻲ؟ ﻗﺎﻝ:ﻗﻞ:ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻏﻔﺮ ﻟﻲ ﻭﺍﺭﺣﻤﻨﻲ
ﻭﺍﻫﺪﻧﻲ ﻭﺍﺭﺯﻗﻨﻲ
“dari Mush’ab bi Sa’d, dari
ayahnya, ia berkata : seorang
arab datang kepada Rasulullah
seraya berkata :“ajarkanlah
kepadaku ucapakan untuk aku
baca”, Rasulullah bersabda :
katakanlah “laa ilaaha illaLlaah
wahdahu laa syariyka lah, Allahu
Akbar Kabiiran, wal Hamdulillahi
Katsiran, Subhanallahi Rabbil
‘Alamiin, Laa Hawla wa laa
Quwwata illaa bil-Laahil ‘Azizil
Hakiim”, seorang Arab tersebut
berkata : semua itu untuk Rabb-
ku, namun mana untukku?”,
Rasullah bersabda : “katakanlah
“Ya Allah ampunilah aku,
kasihanilah aku, berilah petunjuk
kepadaku dan limpahkanlah rizki
kepadaku”. [34]
ﺃﻓﻀﻞ ﺍﻟﺬﻛﺮ ﻟﺎ ﺇﻟﻪ ﺇﻟﺎ ﺍﻟﻠﻪ،ﻭﺃﻓﻀﻞ
ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ
“dzikir yang utama adalah Laa
ilaaha Ilallahu, sedangkan do’a
yang paling utama adalah al-
Hamdulillah”. [35]
5. Mempererat Shilaturahim.
Disamping mengamalkan
berbagai macam bacaan diatas,
didalam tahlilan juga sebagai
sarana shilaturahim antara kaum
muslimin, baik kerabat atau pun
tetangga, sehingga tercipta ikatan
yang lebih erat, disamping rasa
kepedulian sesama muslimin.
Allah subhanahu wa Ta’alaa
berfirman :
ﻭﺍﺗﻘﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﺗﺴﺎﺀﻟﻮﻥ ﺑﻪ ﻭﺍﻷﺭﺣﺎﻡ
ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺭﻗﻴﺒﺎ
“Dan bertakwalah kepada
Allah yang dengan
(mempergunakan) nama-Nya
kamu saling meminta satu sama
lain , dan (peliharalah) hubungan
silaturrahim. Sesungguhnya Allah
selalu menjaga dan mengawasi
kamu.” (QS. An-Nisaa’ : 1)
ﻭﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﺼﻠﻮﻥ ﻣﺎ ﺃﻣﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻪ ﺃﻥ
ﻳﻮﺻﻞ ﻭﻳﺨﺸﻮﻥ ﺭﺑﻬﻢ ﻭﻳﺨﺎﻓﻮﻥ ﺳﻮﺀ
ﺍﻟﺤﺴﺎﺏ
“dan orang-orang yang
menghubungkan apa-apa yang
Allah perintahkan supaya
dihubungkan, dan mereka takut
kepada Tuhannya dan takut
kepada hisab yang buruk.” (QS
Ar-Ra’d : 21).
ﻣﻦ ﺃﺣﺐ ﺃﻥ ﻳﺒﺴﻂ ﻟﻪ ﻓﻲ ﺭﺯﻗﻪ،
ﻭﻳﻨﺴﺄ ﻟﻪ ﻓﻲ ﺃﺛﺮﻩ،ﻓﻠﻴﺼﻞ ﺭﺣﻤﻪ
“barangsiapa yang
menginginkan diperluas rizkinya
dan dimakmurkan usianya, maka
sambunglah shilaturahim” [36]
ﻗﺎﻝ» :ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺃﻓﺸﻮﺍ ﺍﻟﺴﻠﺎﻡ،
ﻭﺃﻃﻌﻤﻮﺍ ﺍﻟﻄﻌﺎﻡ،ﻭﺻﻠﻮﺍ ﺍﻟﺄﺭﺣﺎﻡ،ﻭﺻﻠﻮﺍ
ﺑﺎﻟﻠﻴﻞ،ﻭﺍﻟﻨﺎﺱ ﻧﻴﺎﻡ،ﺗﺪﺧﻠﻮﺍ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﺑﺴﻠﺎﻡ
“Rasulullah bersabda : wahai
manusia, sebarkanlah salam,
berikanlah makanan, sambunglah
kasih sayang (lakukanlah
shilaturahim), shalatlah dimalam
hari dimana manusia sedang
tertidur, niscaya kalian akan
masuk surga dengan selamat”.
[37]
6. Persatuan – Persaudaraan
Sesama Muslim.
Dengan senantiasa
bershilaturahim apalagi bersama-
sama dengan masyarakat muslim,
maka akan dengan mudah
tercipta persatuan diantara kaum
muslimin. Hal itu dikarenakan
efek dari kebaikan, rasa
solidaritas, serta kerelaan seorang
muslim untuk mendo’akan
saudaranya muslim lainnya, juga
shilaturahim yang dilakukan.
Berbuat demikian, akan semakin
menampakkan rasa persaudaraan
sesama Muslim, dimana berulang
kali ditegaskan bahwa sesama
muslim adalah bersaudara :
ﺇﻧﻤﺎ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻮﻥ ﺇﺧﻮﺓ ﻓﺄﺻﻠﺤﻮﺍ ﺑﻴﻦ
ﺃﺧﻮﻳﻜﻢ ﻭﺍﺗﻘﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻌﻠﻜﻢ ﺗﺮﺣﻤﻮﻥ
“Orang-orang beriman itu
sesungguhnya bersaudara. Sebab
itu damaikanlah (perbaikilah
hubungan) antara kedua
saudaramu itu dan takutlah
terhadap Allah, supaya kamu
mendapat rahmat.” (QS. Al-
Hujuraat : 10)
ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ:
ﺍﻟﻤﺆﻣﻦ ﻟﻠﻤﺆﻣﻦ ﻛﺎﻟﺒﻨﻴﺎﻥ ﻳﺸﺪ ﺑﻌﻀﻪ ﺑﻌﻀﺎ
“orang mukmin bagi mukmi
lainnya seperti sebuah bagunan
dimana sebagiannya menguatkan
bagian lainnya” [38]
ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ:
“ﻣﺜﻞ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻓﻲ ﺗﻮﺍﺩﻫﻢ،ﻭﺗﺮﺍﺣﻤﻬﻢ،
ﻭﺗﻌﺎﻃﻔﻬﻢ ﻣﺜﻞ ﺍﻟﺠﺴﺪ ﺇﺫﺍ ﺍﺷﺘﻜﻰ ﻣﻨﻪ ﻋﻀﻮ
ﺗﺪﺍﻋﻰ ﻟﻪ ﺳﺎﺋﺮ ﺍﻟﺠﺴﺪ ﺑﺎﻟﺴﻬﺮ ﻭﺍﻟﺤﻤﻰ
“Perumpamaan orang-orang
yang mukmin didalam hal kasih
sayang, rahmat dan kelemah
lembutan laksana satu tubuh jika
salah satu bagian tubuh merasa
sakit maka seluruh tubuh ikut
merasakannya dengan panas dan
demam”. [39]
ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ ﻣﻦ ﺳﻠﻢ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﻣﻦ ﻟﺴﺎﻧﻪ
ﻭﻳﺪﻩ
“seorang muslim adalah orang
yang memberikan rasa selamat
kepada muslim lainnya dari
lisannya dan tangannya”. [40]
Dengan menyadari hal ini, maka
tidak akan mudah menyakiti
sesama muslim dengan berbagai
tuduhan-tudahan yang mengiris
hati saudaranya.
7. Sebagai sarana syiar Islam
Tahlilan juga sebagai sarana
penyebaran Islam yang sangat
ampuh, disamping juga dalam
menampakkan syiar Islam,
sehingga masyarakat muslim
terlihat jelas dengan kebiasaan
yang ada dilingkungannya. Syiar
seperti inilah yang telah dilakukan
oleh para nenek moyang seperti
walisongo dan yang lainnya.
Itulah bentuk ketakwaan yang
telah Allah Subhanahu wa Ta’alaa
nyatakan didalam al-Qur’an :
ﻭﻣﻦ ﻳﻌﻈﻢ ﺷﻌﺎﺋﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﺈﻧﻬﺎ ﻣﻦ ﺗﻘﻮﻯ
ﺍﻟﻘﻠﻮﺏ
“Dan barangsiapa
mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah ,
maka sesungguhnya itu timbul
dari ketakwaan hati.” (QS. al-
Hajj : 32)
9. Shadaqah (menggalakkan
shadaqah bagi yang mampu).
ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﻘﻴﻤﻮﻥ ﺍﻟﺼﻠﺎﺓ ﻭﻣﻤﺎ ﺭﺯﻗﻨﺎﻫﻢ
ﻳﻨﻔﻘﻮﻥ
“(yaitu) orang-orang yang
mendirikan shalat dan yang
menafkahkan sebagian dari rezeki
yang Kami berikan kepada
mereka. (QS. an-Anfaal : 3)
ﻟﻦ ﺗﻨﺎﻟﻮﺍ ﺍﻟﺒﺮ ﺣﺘﻰ ﺗﻨﻔﻘﻮﺍ ﻣﻤﺎ ﺗﺤﺒﻮﻥ
ﻭﻣﺎ ﺗﻨﻔﻘﻮﺍ ﻣﻦ ﺷﻲﺀ
“Kamu sekali-kali tidak akan
sampai kepada kebajikan (yang
sempurna), sebelum kamu
menafkahkan sebagian harta
yang kamu cintai.” (QS. Ali
Imran : 92)
ﻭﺍﻟﺼﻠﺎﺓ ﻧﻮﺭ،ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺑﺮﻫﺎﻥ ﻭﺍﻟﺼﺒﺮ
ﺿﻴﺎﺀ،ﻭﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﺣﺠﺔ ﻟﻚ ﺃﻭ ﻋﻠﻴﻚ
“shalat adalah nur, shadaqah
adalah bukti (burhan), shabar
adalah sinar, dan al-Qur’an
adalah hujjah bagimu atau
terhadapmu”. [41]
10. Terkait dengan memulyakan
tamu (ikramudl dlaif) : dalam
rangka memulyakan
(menghormati) tamu yang hadir,
biasanya tuan rumah
menghidangkan beberapa
makanan ringan, motivasi seperti
ini merupakan anjuran
sebagaimana sabda Nabi
shallallahu‘alayhi wa sallam :
ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻳﺆﻣﻦ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮ
ﻓﻠﻴﻜﺮﻡ ﺿﻴﻔﻪ،
“barangsiapa yang beriman
kepada Allah dan hari akhir,
maka mulyakanlah tamunya”.
[42]
11. Niat baik dan ucapan yang
baik : tujuan-tujuan melakukan
tahlilan tentunya tidak lepas dari
niat shalih, baik dari sisi tuan
rumah seperti dalam rangka
mengajak kaum muslimin untuk
mendo’akan saduaranya yang
meninggal dunia, menghormati
tamu, menshadaqahkan hartanya
sendiri yang pahalanya
dihadiahkan untuk keluarganya
yang meninggal dan lain
sebagainya. Ataupun dari sisi
kaum muslimin yang hadir, juga
dalam rangka mendo’akan
saudaranya yang telah meninggal,
memenuhi undangan, menghibur
keluarga almarhum dan lain
sebagainya. Niat baik inilah yang
dinilai serta apa yang diucapkan
tidak akan pernah sia-sia,
sebagaimana sabda Nabi
shallalllahu‘alayhi wa sallam :
ﺇﻧﻤﺎ ﺍﻷﻋﻤﺎﻝ ﺑﺎﻟﻨﻴﺎﺕ
“sesungguhnya amal-amal
tergantung dengan niatnya” [43]
ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻛﺘﺐ ﺍﻟﺤﺴﻨﺎﺕ ﻭﺍﻟﺴﻴﺌﺎﺕ ﺛﻢ
ﺑﻴﻦ ﺫﻟﻚ،ﻓﻤﻦ ﻫﻢ ﺑﺤﺴﻨﺔ ﻓﻠﻢ ﻳﻌﻤﻠﻬﺎ ﻛﺘﺒﻬﺎ
ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ ﻋﻨﺪﻩ ﺣﺴﻨﺔ ﻛﺎﻣﻠﺔ،ﻓﺈﻥ ﻫﻮ ﻫﻢ ﺑﻬﺎ
ﻓﻌﻤﻠﻬﺎ ﻛﺘﺒﻬﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ ﻋﻨﺪﻩ ﻋﺸﺮ ﺣﺴﻨﺎﺕ ﺇﻟﻰ
ﺳﺒﻊ ﻣﺎﺋﺔ ﺿﻌﻒ ﺇﻟﻰ ﺃﺿﻌﺎﻑ ﻛﺜﻴﺮﺓ،ﻭﻣﻦ
ﻫﻢ ﺑﺴﻴﺌﺔ ﻓﻠﻢ ﻳﻌﻤﻠﻬﺎ ﻛﺘﺒﻬﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ ﻋﻨﺪﻩ
ﺣﺴﻨﺔ ﻛﺎﻣﻠﺔ،ﻓﺈﻥ ﻫﻮ ﻫﻢ ﺑﻬﺎ ﻓﻌﻤﻠﻬﺎ ﻛﺘﺒﻬﺎ
ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ ﺳﻴﺌﺔ ﻭﺍﺣﺪﺓ
“Sesungguhnya Allah mencatat
kebaikan-kebaikan dan
keburukan-keburukan, kemudian
menjelakan yang demikian, maka
barangsiapa yang berkeinginan
melakukan kebaikan namun tidak
sampai melakukannya niscaya
Allah akan mencatatkan
untuknya kebaikan yang
sempurna, maka jika ia
berkeinginan dengannya
kemudian melakukannya niscaya
Allah akan mencatatkan
untuknya sepuluh macam
kebaikan sampai 700 kali lipat
kemudian hingga berlipat-lipat
yang banyak ; barangsiapa yang
berkeinginan melakukan
keburukan namun ia tidak
mengerjakannya niscaya Allah
mencatatkan untuknya kebaikan
yang sempurna, namun jika ia
mengerjakannya niscaya Allah
mencatatkan untuknya satu
macam keburukan”. [44]
ﻣﺎ ﻳﻠﻔﻆ ﻣﻦ ﻗﻮﻝ ﺇﻟﺎ ﻟﺪﻳﻪ ﺭﻗﻴﺐ ﻋﺘﻴﺪ
“Tiada suatu ucapanpun yang
diucapkannya melainkan ada di
dekatnya malaikat pengawas yang
selalu hadir” (QS. al-Qaaf : 18)
ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻳﺮﻳﺪ ﺍﻟﻌﺰﺓ ﻓﻠﻠﻪ ﺍﻟﻌﺰﺓ ﺟﻤﻴﻌﺎ
ﺇﻟﻴﻪ ﻳﺼﻌﺪ ﺍﻟﻜﻠﻢ ﺍﻟﻄﻴﺐ ﻭﺍﻟﻌﻤﻞ ﺍﻟﺼﺎﻟﺢ
ﻳﺮﻓﻌﻪ
“Barangsiapa yang
menghendaki kemuliaan, maka
bagi Allah-lah kemuliaan itu
semuanya. Kepada-Nyalah naik
perkataan-perkataan yang baik
dan amal yang saleh dinaikkan-
Nya” (QS. al-Fathir : 10)
12. Dan lain sebagainya, yang
tentunya tidak ada habis-habisnya
kalau satu persatu dirinci
keutamaannya, maka cukup ini
saja sebagai petunjuk tentang
banyaknya amalan sunnah yang
diamalkan oleh kaum Muslimin
yang melakukan tahlilan, maka
jika boleh dipribahasakan adalah :
“SEKALI MENDAYUNG BERIBU-
RIBU PULAU TERLAMPAU”
Semoga tulisan ini bermanfaat,
dan jangan sampai kita
meninggalkan kebiasaan yang
baik seperti ini, apalagi
menyesatkan yang mengamalkan
seluruhnya, na’udzubillah.
Wallahu A’lam
Catatan Kaki :
[1] Sunan at-Turmidzi no. 3510 ;
hadits ini dinilai hasan.
[2] Shahih Muslim no. 2700 ;
Musnad Ahmad no. 11875
[3] Musnad Ahmad no. 12453
[4] Lihat : Anwarut Tanzil wa
Asrarut Ta’wil lil-Imam al-Baidlawi
[2/54]
[5] Shahih Muslim no. 804
[6] Shahih Bukhari no. 5059 &
5427 ; Shahih Muslim no. 797 ;
Sunan At-Turmidzi no. 2865.
[7] Sunan Ibnu Majah no. 3780,
hadits ini shahih.
[8] Shahih Bukhari no. 4474
[9] Musnad Ahmad no. 17597
[10] Shahih Muslim no. 806 ;
[11] Shahih Muslim no. 780 ;
[12] Musnad Ahmad no. 8914.
[13] Shahih Muslim no. 810 ;
Sunan Abi Daud no. 1460 ;
[14] Shahih Muslim no. 811
[15] Sunan At-Turmidzi no. 2897,
Hadits hasan shahih.
[16] Sunan an-Nasaa’i no. 5430 ,
hadits ini shahih.
[17] Sunan an-Nasaa’i no. 1297,
shahih
[18] As-Sunan al-Kubra an-Nasaai
no. 10172 ;
[19] Sunan at-Turmidzi no. 484,
hadits hasan ; Shahih Ibnu
Hibban no. 911.
[20] Sunan Abi Daud no. 2042,
hadits shahih.
[21] Shahih Muslim no. 2732.
[22] Shahih Muslim no. 2733.
[23] Al-Jami’ fil Hadits li-Ibni
Wahab no. 161 ; Adabul Mufrad
[624]
[24] Sunan at-Turmidzi no. 3464,
hadits hasan shahih.
[25] Shahih Bukhari no. 6405
[26] Shahih Bukhari no. 6406
[27] Shahih Bukhari no. 6682 ;
Muslim no. 2694
[28] Shahih Muslim no. 2695 ;
Sunan At-Turmidzi no. 3597
[29] Shahih Muslim no. 2693
[30] Shahih Muslim no. 2704
[31] Muwatha’ Malik no. 715
[32] Musnad Ahmad no. 11713
[33] Shahih Muslim no. 2137
[34] Shahih Muslim no. 2696
[35] Sunan at-Turmidzi no. 3383,
Hadits hasan.
[36] Shahih Bukhari no. 5986
[37] Sunan Ibni Majah no. 3251,
hadits shahih
[38] Shahih Muslim no. 2585
[39] Shahih Muslim no. 2586
[40] Shahih Bukhari no. 10
[41] Shahih Muslim no. 223
[42] Shahih Bukhari no. 6018
[43] Shahih Bukhari no. 1
[44] Shahih Bukhari no. 6491
Baiklah, kita akan kupas
pendapat”Imam” mereka sendiri;
Ibn Taimiyah, yang oleh orang-
orang Wahhabiyyah setiap kata-
katanya adalah ketetapan yang
tidak dapat diganggu gugat.
Namun, ingat kutipan kita dari
pendapat Ibn Taimiyah ini bukan
artinya bahwa ia sebagai rujukan
bagi kita, tapi ini sebagai
bantahan untuk”menohok”
kaum Wahhabiyyah bahwa
”Imam” mereka sendiri dalam hal
ini tidak sejalan dengan apa yang
mereka yakini.
Pertama-tama supaya anda
ketahui bahwa faham-faham
ekstrim kaum Wahhabiyyah ini
mereka ambil dari setiap jengkal
pendapat Ibn Taimiyah, termasuk
di antaranya faham tasybih dan
tajsim; mengatakan Allah
bertempat di atas arsy,
mengatakan bahwa Allah memiliki
ukuran dan batasan, mengatakan
bahwa Allah bergerak turun naik,
dan lainnya. Na’udzu Billah.
Setiap apa yang dianggap baik
oleh Ibn Taimiyah maka mereka
akan bersikukuh bahwa itu baik,
dan apa yang dianggap buruk
oleh Ibn Taimiyah maka mereka
akan”membabi buta”
memeranginya. Mereka seakan
menganggap bahwa pendapat
Ibn Taimiyah laksana”nash la
yaqbal at-tawil”.
Perhatikan, Ibn Taimiyah dalam
kumpulan fatwa-fatwanya
ngomong begini:”Bacaan al-
Qur’an yang akan sampai
(bermanfaat bagi mayit) adalah
yang dibacakan ikhlas karena
Allah”. (Lihat Majmu’ Fatawa Ibn
Taimiyah, j. 24, h. 300)
Pada halaman yang sama dia juga
ngomong begini:”Barangsiapa
membaca al-Qur’an ikhlas karena
Allah lalu ia hadiahkan pahalanya
untuk mayit maka hal itu dapat
memberikan manfaat baginya”.
(Lihat Majmu’ Fatawa Ibn
Taimiyah, j. 24, h. 300).
Pada halaman lainnya dia
ngomong lagi:“Akan sampai
kepada mayit bacaan (al-Qur’an)
dari keluarganya, bacaan tasbih
mereka, bacaan takbir mereka,
dan seluruh bacaan dzikir mereka
jika memang mereka
menghadiahkan pahala bacaan
tersebut bagi mayit itu. Itu semua
akan sampai kepadanya”.
(Majmu’ Fatawa Ibn Taimiyah, j.
24, h. 324).
Di halaman lainnya dia berfatwa
begini:“Allah tidak menyatakan
bahwa seseorang tidak dapat
mengambil manfaat kecuali
dengan jalan usahanya sendiri.
Tetapi yang difirmankan oleh-Nya
adalah:
ﻭﺃﻥ ﻟﻴﺲ ﻟﻺﻧﺴﺎﻥ ﺇﻻﻣﺎﺳﻌﻰ)ﺍﻟﻨﺠﻢ:39 )
Yang dimaksud ayat adalah
bahwa seseorang tidak dapat
MEMILIKI sesuatu apapun dari
suatu kebaikan kecuali hasil
usahanya sendiri, adapun yang
bukan dari usahanya sendiri maka
ia TIDAK DAPAT MILIKI-nya.
Maka hasil usaha orang lain
adalah MILIK orang itu sendiri,
bukan milik siapapun.
Perumpamaannya pada harta;
seseorang hanya dapat MEMILIKI
hartanya sendiri, dan ia dapat
mengambil manfaat dari harta
yang ia MILIKI tersebut, harta
tersebut bukan MILIK orang lain,
harta dia MILIK dia, harta orang
lain MILIK orang lain. Akan tetapi
bila seseorang berderma bagi
orang lain dengan hartanya
tersebut maka tentunya hal itu
dibolehkan (dan memberikan
manfaat bagi orang lain tersebut).
Demikian pula bila seseorang
berderma bagi orang lain dengan
usahanya maka tentu itu juga
memberikan manfaat bagi orang
lain tersebut; sebagaimana
seseorang akan memberikan
manfaat bagi orang lain dengan
jalan doa baginya, dan atau
dengan jalan bersedekah baginya.
Orang yang dituju (dengan doa
atau sedekah) tersebut akan
mengambil manfaat, dan akan
sampai kepadanya segala
kebaikan dari setiap orang
muslim; baik orang-orang dari
kerabatnya atau lainnya (jika
memang ditujukan/dihadiahkan/
didermakan baginya),
sebagaimana seseorang (mayit)
mengambil manfaat dari
pekerjaan shalat dari orang-orang
yang menshalatkannya, dan atau
dari doa mereka baginya di sisi
kuburnya”. (Majmu’ Fatawa Ibn
Taimiyah, j. 24, h. 367)
Kita katakan kepada orang-orang
Wahhabi: Mau lari kemana
kalian?????? Tau ga? tanpa kalian
sadari, sebenarnya sama saja
kalian telah mengatakan bahwa
“Imam” kalian yang sangat kalian
cintai; Ibn Taimiyah, derajatnya
lebih rendah dari derajat seorang
pelacur?????????????
Peringatan:
Periksa sanak keluarga anda,
jangan sampai ada yang memiliki
faham wahhabi; seperti keyakinan
mereka bahwa membaca tahlil
atau membaca al-Qur’an untuk
mayit adalah bid’ah, syirik,
bahkan mereka mangkafirkan
orang-orang Islam yang
melakukan itu. Jangan sampe deh
anda punya anak berkeyakinan
begitu, karena bila begitu maka
anda akan merugi di dunia dan di
akhirat. Di dunia anda lelah
memaras keringat untuk
membiayainya, tapi begitu anda
meninggal maka anda akan
dijadikan layaknya “bangkai”,
dibungkus, dikubur diinjak-injak,
dia tidak mau mendoakan anda,
tidak mau membacakan walau
hanya satu kali bacaan surat al-
Fatihah untuk anda,apa lagi
untuk mengkhatamkan al-Qur’an.
mau???? jangan ampe deeeeh!!!!!
A’udzu Billah!!!!!

Download Sholawat Langitan dll

Posted: 3 Mei 2010 in Religi

Download Sholawat Langitan dll.

melaluiDownload Sholawat Langitan dll.

SISTEM PERTAHANAN
Sekitar 250 tahun lalu, dengan ditemukannya mikroskop, para ilmuwan mendapati bahwa kita hidup bersama banyak makhluk kecil, yang tidak dapat kita lihat dengan mata telanjang. Makhluk ini ada di mana-mana, dari udara yang kita hirup, sampai benda apa pun yang bersinggungan dengan permukaan tubuh kita. Juga ditemukan bahwa makhluk-makhluk ini berpenetrasi memasuki tubuh manusia.
Meski keberadaan musuh ini ditemukan dua setengah abad lalu, sebagian besar rahasia “sistem pertahanan” yang bertempur dengan gigih belumlah tersingkapkan. Begitu ada benda asing memasuki tubuh, secara spontan sistem molekular tubuh ini diaktifkan. Dengan rancangan strategi hebat, ia menyatakan perang mati-matian melawan musuh. Kalau kita lihat sekilas cara kerja sistem ini, tampak bahwa setiap tahapan berlangsung berdasarkan suatu rencana yang sangat cermat.
Sistem yang Tak Pernah Tidur
Kita sadari atau tidak, jutaan operasi dan reaksi berlangsung dalam tubuh kita setiap detiknya. Hal ini terus berlangsung walaupun kita sedang tidur.
Kegiatan yang padat ini terjadi dalam selang waktu yang menurut pandangan kita sangat singkat. Ada perbedaan mendasar antara pandangan tentang waktu dalam kehidupan kita sehari-hari dengan waktu biologis tubuh kita. Rentang satu detik yang melambangkan selang waktu sangat pendek dalam keseharian kita, berjalan sangat lama bagi kebanyakan sistem dan organ yang bekerja dalam tubuh kita. Jika semua kegiatan yang dilaksanakan oleh semua organ, jaringan, dan sel tubuh dalam satu detik itu dituliskan, hasilnya tak terbayangkan, di luar batasan pikiran manusia.
Salah satu sistem terpenting, yang terus-menerus melakukan kegiatan dan tidak pernah melalaikan tugasnya, adalah sistem pertahanan. Sistem ini melindungi tubuh siang dan malam dari semua jenis penyerang. Ia bekerja dengan penuh ketekunan, layaknya pasukan tempur berperalatan lengkap, bagi tubuh yang dilayaninya.
Setiap sistem, organ, atau kelompok sel di dalam tubuh mewakili keseluruhan di dalam suatu pembagian kerja yang sempurna. Setiap kegagalan dalam sistem menghancurkan tatanan ini. Dan sistem kekebalan sangat diperlukan.
Mungkinkah kita bertahan hidup kalau sistem pertahanan tidak ada? Atau, hidup macam apa yang akan kita jalani jika sistem ini gagal memenuhi sebagian fungsinya?
Tidak sukar memperkirakan jawabannya. Sejumlah contoh di dunia kedokteran memperjelas betapa pentingnya sistem kekebalan. Kisah pasien yang dikutip dalam banyak sumber terkait memperlihatkan betapa sulitnya hidup yang harus dijalani pada kasus adanya gangguan dalam sistem pertahanan.
Begitu lahir, pasien ini langsung ditempatkan di sebuah tenda plastik steril. Tidak ada satu pun yang diperbolehkan masuk. Pasien itu dilarang menyentuh manusia lainnya. Ketika dia tumbuh besar, dia ditempatkan di tenda plastik yang lebih besar. Untuk keluar dari tendanya, dia harus memakai seperangkat peralatan yang dirancang khusus mirip pakaian astronot. Apa yang menghalangi pasien ini menjalani hidup normal seperti orang lain? Setelah lahir, sistem kekebalan pasien ini tidak berkembang normal. Tidak ada pasukan bersenjata di tubuhnya untuk melindunginya dari musuh.

PASUKAN DI DALAM TUBUH
Di dalam nodus limfa pecah pertempuran antara penyerang tubuh dan pasukan pertahanan. Ketika bakteri masuk melalui saluran limfatis (1), makrofag menelan sebagian penyerang itu (2), menghancurkannya, dan menunjukkan penanda identitas bakteri itu di permukaannya sendiri. Pesan kimiawi ini diberikan untuk semacam sel darah putih yang dikenal sebagai sel T penolong (3), yang menanggapi dengan memperbanyak (4) dan melepaskan pesan kimia yang memanggil lebih banyak pasukan ke bagian itu (5). Sel T lain memberi isyarat kepada sel B untuk turun ke kancah pertempuran (6). Sebagian sel B mulai bereproduksi (7), dan sel-sel baru ini menyimpan informasi untuk membantu tubuh memerangi musuh yang sama di kemudian hari (8). Sel B lain mengeluarkan ribuan antibodi setiap detik (9), memaksa bakteri menggumpal (10). Selanjutnya makrofag menyapu habis, menelan gumpalan bakteri sementara molekul protein tertentu dan antibodi membuat bakteri mudah ditelan makrofag (11). Terkadang, protein tadi langsung membunuh bakteri dengan merobek dinding selnya (12). Makrofag pembersih kemudian membersihkan seluruh nodus dari sisa-sisa pertempuran, menelan antibodi yang berserakan, bakteri mati, dan puing-puing lain sampai infeksi itu hilang.
Dokter yang menangani anak itu sadar dengan apa yang bakal terjadi jika dia memasuki lingkungan normal. Dia akan segera menderita pilek, penyakit bersarang di tenggorokannya; walau diberi antibiotik dan perlakuan medis lainnya, dia akan menderita infeksi ini, infeksi itu. Tidak lama, perawatan medis akan kehilangan efek, berakibat pada kematian anak laki-laki itu.
Paling-paling anak laki-laki itu hanya akan bisa hidup beberapa bulan atau beberapa tahun di luar lingkungan yang aman tersebut. Maka dunia anak laki-laki itu selamanya dibatasi oleh dinding tenda plastiknya.
Anak laki-laki dalam gelembung. Terlahir pada 1971 tanpa kekebalan tubuh, dia dilahirkan dalam lingkungan suci-hama di sebuah rumah sakit. Walau demikian, kematiannya tidak dapat dicegah.
Setelah beberapa waktu, dokter dan keluarganya menempatkan anak itu di sebuah ruang yang betul-betul bebas hama yang dipersiapkan khusus di rumahnya. Akan tetapi, semua upaya ini tidak membuahkan hasil. Di awal umur belasan, anak itu meninggal ketika transplantasi tulang gagal.1

Keluarganya, para dokter, staf rumah sakit tempat dia dirawat sebelumnya, serta perusahaan farmasi, telah berusaha semampu mereka untuk menjaga anak laki-laki tersebut bertahan hidup. Walaupun mutlak segalanya sudah diupayakan, dan tempat tinggal anak laki-laki itu selalu disuci-hamakan, kematiannya tidak dapat dicegah.
Akhir kisah ini memperlihatkan bahwa tidak mungkin bagi manusia untuk bertahan hidup tanpa adanya sistem kekebalan yang melindungi mereka dari mikroba. Hal ini membuktikan bahwa sistem kekebalan pastilah sudah ada lengkap dan menyeluruh sejak manusia pertama. Oleh karena itu, tidak masuk akal kalau sistem seperti itu berkembang secara bertahap dalam selang waktu yang sangat lama sebagaimana dinyatakan oleh teori evolusi. Manusia tanpa sistem kekebalan, atau dengan sistem kekebalan yang tidak berfungsi, akan segera meninggal seperti pada contoh kasus di atas.X

1. Edward Edelson The Immune System, Chelsea House Publisher, 1989,

Harun Yahya Internasional © 2005. Hak Cipta Terpelihara. Isi situs ini dapat digandakan, dicetak dan disebarluaskan dengan mencantumkan sumber situs ini.
info@harunyahya.com

Di sunting by Dedox.

MENGACAK IP ADRESS

Posted: 31 Januari 2009 in Uncategorized
Tag:

IP address merupakan singkatan dari
Internet Protokol (IP) Address atau
dalam Bahasa Indonesia berarti alamat
internet protokol.
Seperti halnya suatu alamat rumah, IP
address merupakan suatu cara untuk
mengetahui asal atau alamat suatu
komputer berupa sistem penomoran
masing-masing komputer yang bersifat
unik atau tidak sama. Sistem penomoran
itu sendiri terdiri dari empat bagian yang
dipisahkan oleh titik contoh :
202.155.245.2
Setiap komputer yang terhubung dengan
internet memiliki IP address ini.
Fungsinya adalah untuk melacak asal
komputer tersebut dengan mengetahu
asal negara dan kota asal komputer
tersebut. Dengan kata lain ketika anda
berseluncur di dunia maya misalnya
ketika mengirim email, mengklik iklan
adsense, atau menghacking komputer
orang lain dan sebagainya, maka
seseorang diluar sana bisa mengetahui
lokasi anda yang sebenarnya dari IP
address tersebut.
Ada beberapa cara untuk
menyembunyikan IP address atau
mengacak IP address, namun penulis
tidak menyarankan untuk melakukan hal-
hal yang melanggar hukum atau berbuat
kecurangan. Cara yang paling mudah
adalah dengan menggunakan program
yang dapat menyembunyikan IP address
anda atau mengacak/merubah IP
address anda setiap beberapa menit
sekali, seolah-olah anda berasal dari
lokasi yang berbeda dari lokasi anda
yang sebenarnya. Program tersebut
dapat anda dapatkan di internet secara
gratisan atau berbayar dengan
mencarinya di search engine di sudut
kanan atas blog ini dengan kata kunci
“hide IP address” atau secara langsung
anda dapat mencoba program tersebut
versi trial yang dapat didownload disini
di sini
Catatan tambahan, gunakanlah program
tersebut untuk menjaga privacy anda,
dan bukan untuk berbuat hal-hal negatif
yang dapat merugikan diri anda sendiri.

Post by desktop
SE k630i
©dedox0297/jan/2009

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Palestin negri sengketa yg tak kenal henti, para pejuang mujahid yg gagah berani melawan ketidak adilan dari para zionis yg telah di kutuk oleh tuhannya, bahwa keturunan bani israel tak akan pernah mempunyai negara / tempat tinggal sampai yaumil qiyamah.
Di karenakan keras kepala serta kesombongannya kepada tuhan. Seperti yg telah di sabdakan oleh nabi muhammad SAW:
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ
“Kalian benar-benar akan meniru jalan (tata cara) orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sampai-sampai sekiranya mereka memasuki lubang biawak kalian pun juga turut mengikutinya.” Kami (para sahabat) bertanya : “Apakah Yahudi dan Nasrani?” Rasulullah menjawab : “siapa lagi?” [HR Bukhari, Bab Ma Dzakaro 'an Bani Isra'il 11/272]

Para zionis yg selalu usil, merusak, merebut daerah kekuasa’an (Tanah palestin).

Dari awal mula nenek moyang para zionis hingga ke-keturunan selalu memusuhi warga palestin sampai sekarang.
Beratus ratus ribu hingga juta’an warga kedua belah pihak telah menjadi korban konflik yg tak pernah berujung pangkal-nya.

Sebaris do’a untuk para mujahid dan tanah palestin:

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على سيد الزاهدين و إمام العابدين,

اللهم نجي المسجد الأقصى من أيدي اليهود الغاصبين

“Ya Allah, selamatkanlah Masjidil Aqsho dari genggaman Yahudi Perampas”

اهزم اليهود ، وردهم على أعقابهم خائبين خاسرين

“Kalahkanlah Yahudi dan kembalikan keadaan mereka menjadi hina dan merugi”

اللهم أهلك اليهود المحتلين

“Ya Allah, binasakanlah Yahudi Penjajah”

اللهم أحصهم عددا ، واقتلهم بددا، ولا تغادر منهم أحداً

“Ya Allah batasilah kuantitas mereka, bunuhlah mereka semua dan janganlah Kau sisakan seorangpun dari mereka,”

اللهم احفظ عبادك المؤمنين ، وحزبك الموحدين

“Ya Allah, jagalah hamba-hamba-Mu yang mukmin dan kelompokmu yang muwahidin (mentauhidkan-Mu)… “

وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين، وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

Amin.

والله أعلم

post by dekstop
SE K630i
©dedox0297/jan/2009